Ratusan Petugas PTPS se-Kecamatan Tangerang Dilantik

    Suasana saat kegiatan pelantikan dan bimbingan teknis kepada anggota PTPS se-Kecamatan Tangerang

    TANGERANG – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Tangerang melantik sebanyak 463 anggota Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se-Kecamatan Tangerang di gedung MUI Kota Tangerang, pada Senin (22/1/2024).

    Ketua Panwascam Tangerang, Try Prasetyo Aprianto mengatakan, ratusan anggota PTPS se-Kecamatan Tangerang ini resmi dilantik.

    “Teman-teman yang dilantik hari ini total ada 463 anggota sesuai dengan jumlah TPS yang ada di kelurahan se-Kecamatan Tangerang,” ujar Try, di lokasi acara.

    “Dari 463 itu sudah termasuk 15 TPS loksus (lokasi khusus,-red) di Kecamatan Tangerang. TPS loksus itu TPS yang ada di lapas,” katanya menambahkan.

    Untuk sementara, lanjut Try, tugas awal anggota PTPS ini yaitu membantu para petugas pengawas di tiap-tiap kelurahan antara lain menginventarisir lokasi atau wilayah yang rentan pelanggaran pemilu.

    “Tugas mereka sementara ini membantu petugas pengawas di kelurahan,” katanya.

    “Tugas utamanya nanti di hari H, mereka harus melakukan pengawalan logistik mulai dari gudang ke lokasi TPS sampai kembali ke gudang logistik yang ada di kecamatan,” lanjutnya.

    Selain itu, acara pelantikan dilanjutkan dengan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kepada 463 anggota PTPS se-Kecamatan Tangerang. Adapun bimtek diisi oleh Kepala Divisi Hukum dan Pengawasan dari KPU Provinsi Banten yakni Agus Muslim.

    Menurut Agus, bimtek ini sebagai bekal untuk para anggota PTPS sebelum nanti terjun ke lapangan. Hal terpenting bagi para pengawas TPS yaitu memahami tugas dan fungsinya pada pelaksanaan Pemilu 2024 yang akan berlangsung 14 Februari mendatang.

    “Ada beberapa poin penting yang harus dipahami para pengawas TPS ini, terutama di hari H pelaksanaan Pemilu 2024. Jadi mereka harus paham dulu, supaya dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ungkap Agus.

    “Setidaknya mereka harus memahami berapa jumlah DPT di TPS itu, kemudian ada berapa jumlah surat suara, jumlah saksi, kemudian kaitan dengan setelah pencoblosan harus bagaimana nanti. Jadi hal-hal kaitan teknis itu harus dipahami sehingga pengawas TPS dapat menyempurnakan kinerja KPPS,” imbuhnya. (Hmi)