Sistem Parkir Berbayar PT.TNG Disoal Warga

    FOTO: Sejumlah warga dan para pedagang yang mengeluh sistem parkir berbayar

    TANGERANG – Sistem parkir berbayar yang diterapkan oleh PT. Tangerang Nusantara Gemilang (TNG) disoal warga dan pedagang di sekitar Pasar Anyar Kota Tangerang.

    Pedagang menilai adanya sistem parkir yang membuat konsumennya mengeluh. Pasalnya, para pembeli harus merogoh kocek dua kali untuk membayar sewa parkir. Pembayaran pertama yakni saat melalui portal milik PT. TNG. Dan kedua dimintai oleh juru parkir liar, sehingga dinilai mengganggu kenyamanan konsumennya.

    “Pembeli males masuk karena ada portal. Jadi keluhan kita cuma portal parkir itu, keluhan pembeli juga,” ujar Beni, Rabu (22/7/2020).

    Kata Beni, sistem parkir berbayar sempat ada pada 2019 lalu. Namun, hanya difungsikan beberapa saat saja, setelah itu terbengkalai.

    “Dulu ada, tapi dicopot lagi. Sekarang dipasang lagi,” katanya.

    Oleh karena itu, dirinya meminta kejelasan terkait penerapan sistem tersebut. Meski demikian, Beni dan pedagang lainnya setuju apabila sistem parkir berbayar diterapkan, karena terkesan lebih modern. Namun, sebaiknya pembeli hanya bayar 1 kali. saja.

    “Jadi gitu, dengan pedagang yang keluar masuk harus ada pengecualian. Jangan di sini bayar, di situ juga bayar. Kami pedagang kan juga capek keluar masuk bayar terus,” tegasnya.

    Hal senada diungkapkan Suganda, yang juga seorang pedagang. Ia menilai tidak ada peraturan daerah yang menjelaskan tentang pengadaan sistem parkir berbayar ini. Suganda menyebut, PT. TNG saat sosialisasi dengan pedagang hanya menjelaskan Peraturan tentang BUMD saja.

    “Yang dipakai kan bukan Perda Kota Tangerang. Mereka hanya pakai Perda BUMD. Portal itu sudah lari dari fungsi yang sebenarnya,” lanjut Suganda.

    Sebenarnya, Suganda setuju dengan penerapan sistem parkir tersebut. Namun, PT. TNG harus dapat merangkul juru parkir liar. Sehingga tidak ada pembayaran parkir berkali-kali.

    “Contohnya kayak di mall, 1 kali bayar kan. Dan seperti itu sebenarnya yang disebut perparkiran,” ujarnya.

    Keluhan juga datang dari warga sekitar. Ketua RT 03 RW 07 Kelurahan Sukasari, Fredi mengatakan, warga sekitar yang ingin melintas Pasar Anyar harus mengeluarkan biaya parkir berkali-kali.

    “Warga masa bayar juga, kita lalu lalang bayar terus. Itu yang kami keluhkan,” terang Fredi.

    Meski demikian, terkait persolan itu pun menurutnya PT. TNG telah memiliki solusi. Tinggal nanti disosialikasikan dan diterapkan.

    “Tadi sudah bicara. Katanya mereka akan kasih solusi. Intinya nanti warga sekitar tidak bayar,” ujarnya.

    Direktur Utama PT. TNG, Edi Candra mengaku akan menerapkan suatu sistem untuk mengidentifikasi warga sekitar. Sehingga ketika melewati portal parkir tidak dipungut biaya.

    “Kita sedang identifikasi kendaraan. Apakah nanti nomor kendaraan yang diinput di sistem, atau menggunakan stiker. Intinya kita sedang membuat sistem yang tidak merugikan warga sekitar dan juga pemerintah,” jelas Edy.

    Sementara terkait juru parkir liar yang dikeluhkan, PT. TNG akan menggandeng jajaran samping sepeti tim Saber Pungli untuk menertibkannya.

    “Bagaimana pun juga parkir liar bertentangan dengan saber pungli. Nanti kita akan koordinasi dengan jajaran,” tandasnya.

    Diketahui, PT.TNG dan Komisi III DPRD Kota Tangerang tengah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Anyar. Sidak tersebut berkaitan dengan keluhan warga dan pedagang terkait sistem parkir berbayar. (Hmi)