Sorot Proyek Revitalisasi, Komisi IV Minta Normalisasi Saluran Pembuangan dan Betonisasi Area Parkir

    Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Supiani bersama rombongan saat meninjau proyek revitalisasi

    TANGERANG – Komisi IV DPRD Kota Tangerang menyoroti proyek pembangunan revitalisasi Pasar Anyar, usai mengadakan rapat dengar pendapat bersama paguyuban pedagang Pasar Anyar Kota Tangerang, pada Kamis (21/11/2024) kemarin.

    Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Supiani mengatakan, berdasarkan pertemuan bersama paguyuban pedagang Pasar Anyar, Komisi IV mencatat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam pembangunan proyek revitalisasi yang pelaksananya digawangi PP Urban.

    “Pertama yang berkaitan dengan Komisi IV ya tentunya, kami tidak menyinggung soal penataan dan lain-lain karena itu ranahnya Komisi III,” ungkapnya saat diwawancara.

    “Intinya ada masukan-masukan yang bagus dari para pedagang agar menjadi perhatian bagi pelaksana pembangunan proyek revitalisasi,” katanya menambahkan.

    Sementara juru bicara Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Apanudin memaparkan, adapun pembangunan yang perlu diperhatikan pelaksana proyek yakni mengenai betonisasi area parkir dan normalisasi saluran pembuangan.

    “Jadi kita ingin parkir itu tidak pakai konblok, tapi dibeton. Memang soal penyerapan itu pakai konblok lebih baik, tapi kita kan bicara dampak ke depannya, kalau beton kan lebih paten,” ujar pria yang akrab disapa Bang Jalu.

    Namun demikian, lanjut Jalu, terkait betonisasi itu pun perlu meninjau ukuran kemiringan agar tidak terjadi genangan-genangan ketika musim penghujan datang.

    “Tapi jangan sampai juga ada genangan di hamparan parkir nantinya. Itu poin pertamanya,” kata Jalu.

    Selain itu, pihaknya juga meminta kepada pelaksana pembangunan revitalisasi tersebut untuk memperhatikan saluran pembuangan yang jika diabaikan maka akan menimbulkan aroma tak sedap di lingkungan sekitar.

    “Agar tidak menimbulkan bau yang tak sedap, maka saluran pembuangan ini kami minta untuk dinormalisasi sekitar kali yang ada di wilayah. Sebenarnya ada tempat pembuangan limbahnya, tapi kami minta untuk dinormalisasi atau dibersihkan,” tandasnya. (Helmi)