Stunting di Kabupaten Tangerang Turun Jadi 7,3 Persen

    Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid (kiri), saat membuka kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat, di Aula Kecamatan, Gunung Kaler, Kamis (26/06).

    KABUPATEN TANGERANG – Program Gerebek Posyandu yang telah dilakukan dua tahun berturut-turut, telah menunjukkan hasil yang signifikan. Angka stunting di Kabupaten Tangerang berhasil ditekan dari 7,7 persen pada tahun 2024 menjadi 7,3 persen di tahun 2025.

    Hal tersebut membuktikan keseriusan Pemkab Tangerang dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Khususnya dalam menurunkan angka stunting dan memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak.

    Bupati Tangerang, H Moch Maesyal Rasyid mengatakan, kesehatan ibu dan anak adalah fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Tangerang. Ia menekankan pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan sebagai masa krusial yang menentukan kualitas generasi masa depan.

    “Penurunan angka ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor serta peran aktif masyarakat sangat berpengaruh dalam percepatan penanganan stunting. Saya mengapresiasi TPPS, para Kepala OPD, TP PKK, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama secara serius,” kata Maesyal.

    Baca Juga: Andra Soni Perpanjang Pembebasan Pokok dan Sanksi PKB

    Dikatakan, dalam mewujudkan kesehatan berkualitas di Kabupaten Tangerang, salah satu fondasi utamanya adalah memastikan kesehatan ibu dan anak.

    “Perlu kita sadari bersama, bahwa 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas yang menentukan masa depan anak,” tegas Maesyal, saat membuka kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat, di Aula Kecamatan, Gunung Kaler, Kamis (26/06).

    Prioritaskan Penurunan Angka Stunting

    Menurutnya, percepatan penurunan angka stunting telah menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Melalui berbagai program seperti Gerakan Menimbang Balita Setiap Bulan, Pemkab Tangerang terus memantau status gizi balita secara berkala agar tumbuh kembang anak berjalan optimal.

    Maesyal berharap, sinergi seluruh pihak tidak berhenti sampai di sini aja. Untuk itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintahan untuk terus bergerak bersama membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Ahmad Muchlis menjelaskan, Gerakan Ibu Hamil Sehat adalah langkah promotif dan preventif untuk memastikan ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan optimal, edukasi gizi, dan dukungan lingkungan yang memadai.

    “Kegiatan ini mencakup pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, pemberian tablet tambah darah, olahraga, konsumsi makanan bergizi, hingga dukungan keluarga. Ini merupakan upaya pencegahan stunting sejak dini, bahkan sebelum bayi dilahirkan,” jelas Muchlis.

    Dalam pelaksanaan Gerebek Posyandu Mei 2025, tercatat 207.791 balita (100 persen balita tercatat di e-PPGBM), telah ditimbang dan diukur di 2.352 Posyandu.

    Dari jumlah tersebut, ditemukan 15.175 balita (7,3 persen) mengalami stunting. Selain itu, 27.202 ibu hamil juga diperiksa, dengan hasil 2,35 persen mengalami anemia dan 10,28 persen mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).

    “Seluruh temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan intervensi, seperti kelas ibu hamil, pemberian makanan tambahan, dan pemeriksaan balita oleh dokter. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Perikanan untuk menyediakan pangan olahan berbahan ikan,” terang Muchlis.

    Program intervensi ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor melalui Tim Gebrak Tegas (Gerakan Bersama Atasi Kemiskinan Ekstrem dan Cegah Stunting). Melibatkan kepala OPD sebagai liaison officer (LO) di setiap kecamatan. Partisipasi kecamatan juga menjadi ujung tombak keberhasilan program ini. (rls/tam)