Tabligh Akbar Diselingi Dangdut Dihentikan Satpol PP

    Kepala Kesbangpol Kota Tangerang Irman Pujahendra (dua kanan), bersama Kepala Satpol PP Kota Tangerang Agus Hendra Fitrahiyana (tiga kanan), saat menemui ketua panitia Kiwil (tiga kiri).

    TANGERANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang akhirnya menghentikan acara Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad yang diselingi hiburan dangdut.

    Pasalnya, perhelatan yang juga digelar dalam rangka memperingati milad Dunia Max Owners (Dumors) ke-tiga, di lapangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak itu, menyajikan selingan musik dangdut diiringi lantunan dan goyangan seksi para biduannya.

    Baca juga : Tabligh Akbar Diselingi Dangdut Menuai Kecaman Warga

    Sontak kegiatan yang dianggap melecehkan umat muslim itu menuai kecaman warga. Berbagai pihak merasa keberatan dengan adanya hiburan dangdut di atas panggung Tabligh Akbar.

    Berkat laporan warga, Satpol PP serta Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang segera meluncur ke lokasi untuk menghentikan acara.

    Kepala Satpol PP Kota Tangerang Agus Henra Fitrahiyana mengaku, tidak ada pemberitahuan kepada pemkot terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut.

    “Bersama Kesbangpol, kami telah menghentikan acara itu,” kata Agus, Minggu 15/3). Ia menambahkan, sekitar pukul 15.30 WIB, pihaknya menerima laporan tentang adanya acara Maulid Nabi dengan selingan hiburan dangdut tersebut.

    “Kami telah bertemu Kiwil (pelawak), yang kebetulan menjadi ketua panitia acara. Dia yang bertanggung jawab atas terselengaranya acara tersebut,” terang Agus.

    Saat ditanya soal logo Pemkot Tangerang dan gambar sejumlah tokoh di spanduk acara tersebut, Agus menjawab bila panitia sama sekali tidak menginformasikan dan belum ada izinnya.

    Atas kejadian tersebut, Kiwil yang berperan sebagai ketua panitia, meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kota Tangerang.

    “Saya meminta maaf atas kekhilafan yang telah saya perbuat. Wallahi, saya tidak punya niat melecehkan muslim,” kata Kiwil. (net/tam)