HUT-Kota-Tangerang-PKB.jpg

    Tekan Penyebaran Corona, Disbudpar Kota Tangerang Tutup Semua Taman Tematik

    Spanduk yang tersebar disejumlah taman tematik Kota Tangerang, berisi informasi terkait Corona.

    TANGERANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, menutup seluruh taman tematik yang tersebar di penjuru wilayah Kota Tangerang.

    Langkah tersebut diambil, menyusul pernyataan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang telah mengeluarkan rilis bahwa ada warga Kota Tangerang suspect Corona.

    Penutupan 27 taman di Kota Tangerang itu, juga merujuk pada Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 800/Kep 237-Bag.Huk/2020 tentang Gugus Tugas Perepatan Penanganan Corona Virus Disease 19 Kota Tangerang.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kota Tangerang, Kiki Wibhawa menerangkan, berdasarkan pertimbangan di atas, maka pihaknya berinisiatif menutup tempat-tempat hiburan dan wisata selama dua pekan.Terhitung mulai 16 – 30 Maret 2020.

    “Sesuai protokol Kemenkes, bahwa area publik harus dibatasi. Jadi kami menutup 27 taman tematik yang kami kelola. Apalagi terdapat 10 taman yang selalu ramai didatangi pengunjung,” terang Kiki, Selasa (17/3).

    Pegawai Disbudpar Kota Tangerang sedang memasang spanduk berisi informasi terkait Corona di sekitar taman tematik.

    Keputusan penutupan taman tambah Kiki, juga sudah dilakukan oleh Pemprov DKI, Pemkot Tangsel dan Pemkab Tangerang.

    “Melalui sejumlah media sosial (medsos) dan seluruh tim di lapangan, kami telah mengumumkan tentang penutupan taman tematik sejak, Minggu (15/3). Guna menghindari penyebaran Corona,” kata Kiki.

    Sejak penutupan taman tambah Kiki, pihaknya langsung melaksanakan kegiatan kebersihan, perawatan dan pemeliharaan. Termasuk menyemprotkan cairan disinfektan.

    “Kami juga memasang pita pengaman (police line-red) di pinggiran taman. Tujuannya agar tidak ada pengunjung yang masuk. Termasuk memasangi spanduk berisikan informasi terkait Corona,” jelas Kiki.

    Meski ditutup, namun kegiatan bersih-bersih, perawatan dan pemeliharaan terus berjalan. Bahkan kosongnya taman dari pengunjung, lebih memudahkan petugas dalam bekerja.

    “Dengan ditutupnya taman, bukan berarti tim libur. Petugas tetap bekerja. “Justru dengan tidak adanya pengunjung, lebih memudahkan pekerjaan perawatan,” imbuh Kiki.

    “Dalam waktu dua minggu ini, petugas benar-benar fokus bekerja melakukan perawatan dan pemeliharaan taman,” ungkapnya.

    Jadi maksud dari penutupan taman tambah KIki, bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran Corona dengan membatasi area publik.

    “Kami sudah mengimbau kepada para pedagang dan komunitas musik yang biasa melaksanakan aktivitas di taman, supaya menghentikan kegiatannya untuk sementara waktu,” tukas Kiki. (Ads)