IMG-20190816-WA0147

    Tenaga Sosial Diminta Aktif Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

    Para tenaga sosial di 104 kelurahan, saat mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Dinsos Kota Tangerang pekan lalu.

    TANGERANG – Sebagai kepanjangan tangan dari Dinas Sosial, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat (TKSK) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), diminta aktif meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

    Sehingga keberadaan pilar-pilar sosial masyarakat ini, dapat dirasakan keberadaannya. Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang, Masyati Yulia, Selasa (27/3). Kemudian agar para sukarelawan ini dapat melaksanakan tugasnya secara maksimal, Dinsos memberi pembekalan dan pembinaan.

    “Tujuannya supaya mereka bisa menangani permasalahan sosial di lingkungannya dengan cepat,” ungkap Masyati. Pada pekan lalu, Dinsos memberi pelatihan terhadap 150 orang pekerja sosial. Terdiri dari 104 PSM, 13 TKSK dan 33 LKS. Mereka dibekali wawasan terkait penanganan masalah sosial.

    “Mereka juga diberi informasi tentang program-program yang ada di Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Provinsi Banten,” tutur Masyati. Ia mengakui, keberadaan pilar-pilar sosial masyarakat ini sangat berarti. Terutama dalam hal melakukan pendataan terhadap warga kurang mampu yang tersebar di 104 kelurahan, termasuk penanganannya.

    “LKS sebagai organisasi sosial (Orsos), juga memiliki andil yang cukup besar untuk membesarkan dan mencerdaskan anak asuhnya di panti asuhan. Yaitu para yatim dan anak-anak dari kalangan masyarakat tidak mampu,” papar Masyati. Sehingga saat mereka keluar dari panti asuhan, telah memiliki keterampilan untuk bekal hidup di tengah masyarakat.

    Berdasarkan data, di Kota Tangerang terdapat 100 yayasan yang bergerak di bidang sosial. 25 panti asuhan dan 1 panti sosial lanjut usia (Lansia). Sedangkan Sekretaris Dinas Sosial Kota Tangerang, Heryanto berharap, para tenaga sosial memahami bagaimana mekanisne menangani PMKS di masing-masing wilayah.

    “Laksanakan koordinasi dan kerjasama dengan
    Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di wilayah. Salah satunya karang taruna. Supaya masalah PMKS dapat dengan cepat bisa diatasi,” ujarnya. Melalui bekal pengetahuan yang didapat, Heryanto juga berharap pilar-pilar sosial ini mampu bergerak secara profesional. “Kalau sudah profesional dan punya keahlian, pastinya cepat tanggap dalam menangani kasus-kasus permasalahan sosial,” tandasnya. (ads)