Tiga PSK Online Berhasil Dikelabui Petugas Satpol PP

    FOTO: Salah seorang PSK Online saat dimintai keterangan di kantor Satpol PP Kota Tangerang

    TANGERANG – Diana (bukan nama sebenarnya) hanya tidak menyangka tamu yang didapatkannya lewat aplikasi pesan singkat kali ini ternyata seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang.

    Petugas yang menyamar sebagai pria hidung belang itu berhasil mengelabui para pekerja seks komersial (PSK) yang beroperasi melalui online atau biasa disebut prostitusi online.

    Alhasil, Diana yang mengaku berdomisili di bilangan Jakarta Barat ini hanya bisa pasrah saat digelandang ke markas Satpol PP Kota Tangerang, meski sebelumnya sempat merengek kepada petugas.

    Selain Diana, petugas Satpol PP juga berhasil menjaring sejumlah PSK lain dalam patroli saat itu. Nirmala (juga bukan nama sebenarnya) hanya bisa pasrah, meski sempat menghubungi beberapa temannya yang disinyalir ikut andil dalam praktik prostitusi tersebut.

    Sempat terjadi adu mulut antara petugas dan beberapa pria yang berupaya menolong Nirmala, saat hendak digiring oleh petugas. Cekcok itu pun mengundang perhatian para penghuni di apartemen tersebut, sehingga petugas turut mengamankan oknum yang diduga ikut andil dalam praktik prostitusi yang dijalankan Nirmala.

    Koordinator Penyidik, Saprudin yang menyamar sebagai pria hidung belang mengaku sempat kesulitan saat mengelabui para PSK online tersebut. Pasalnya, beberapa anggota yang turut melakukan patroli secara daring itu sedikit terkecoh.

    “Jadi beberapa di antara kami sempat dibuat berkeliling apartemen dan dibuat berpindah pindah tempat oleh para admin PSK tersebut. Namun kami tidak kehabisan akal, dan alhamdulillah kami berhasil mengamankan beberapa PSK dari aplikasi MiChat,” ujar Saprudin.

    Saprudin yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Hubungan Antara Lembaga pada Bidang Penegakan Hukum Daerah Satpol PP Kota Tangerang ini menduga dalam melancarkan aksi tersebut, para PSK memanfaatkan jasa admin guna mempermudah proses seleksi pria hidung belang.

    “Kami menduga ada adminya, karna kami melihat dari percakapan pesan singkatnya mereka mendapatkan order dari admin admin tersebut,” tuturnya.

    Di samping itu, peran para pria yang dinilai berandil di antaranya selain menyewakan kamar dengan tarif Rp250 ribu perharinya, para pria juga diduga menjadi pelindung PSK yang menjajakan diri dengan cara daring.

    “Jadi mereka ini memiliki beberapa unit kamar di apartemen ini, dan sebagian besar disewakan per hari,” jelasnya.

    Kepala Bidang Trantibum SatpolPP Kota Tangerang Agapito De Araujo menjelaskan, patroli yang dilakukan secara daring itu telah dilakukan selama sepekan terakhir dengan menyamar sebagai pria hidung belang yang hendak memakai jasa para PSK.

    “Sejak beberapa pekan ini kami melakukan patroli baik dengan mendatangi langsung beberapa apartemen, lantaran kami mendapat laporan dari masyarakat yang mengeluhkan maraknya prostitusi online di beberapa apartemen wilayah Kota Tangerang,” kata Agapito.

    Ia mengaku akan terus melakukan serangkaian patroli dengan mendatangi langsung apartemen yang disinyalir menjadi sarang prostitusi, serta patroli secara daring untuk menjaring para PSK yang meresahkan masyarakat.

    “Terus kami lakukan serangkaian kegiatan ini untuk meminimalisir kegiatan prostitusi di Kota Tangerang,” pungkasnya.

    Diketahui, dalam penertiban yang melibatkan unsur TNI/Polri tersebut, petugas berhasil mengamankan 3 Orang yang diduga PSK Online beserta 3 pria yang disinyalir menjadi beking dari para PSK tersebut. (Hmi)