Truth Sebut Jargon Pemkot Tangerang Cuma Isapan Jempol

    TANGERANG – Tangerang Public Transparency Watch (Truth) menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kurang transparan terkait data penerima bantuan sosial (Bansos) akibat Covid-19.

    Demikian diungkapkan Wakil Koordinator Tangerang Public Transparency Watch Ahmad Priatna dalam keterangan tertulis yang diterima Beritatangerang.id, Kamis (9/7/2020).

    Sampai saat ini, menurut ia, Dinas Sosial Kota Tangerang belum mempublikasi data usulan penerima dan realisasi Bansos Covid-19 dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Provinsi Banten.

    “Tentu ini semakin menguatkan dugaan kami bahwa memang Pemkot Tangerang tertutup atas informasi publik,” katanya.

    Lanjut ia, jadi wajar saja apabila penyaluran bantuan sosial Covid-19 banyak menimbulkan persoalan, karena berdasarkan data aduan dan pemantauan di lapangan.

    “Bantuan sosial Covid-19 yang kami miliki mayoritas dari masyarakat yang mengeluhkan distribusi bantuan sosial karena tidak tepat sasaran,” ujarnya.

    Ia menerangkan, banyak warga yang seharusnya mendapat bantuan justru malah sebaliknya. “Tentunya ini jadi catatan bahwa jargon Pemkot Tangerang memang hanya isapan jempol belaka,” ucapnya.

    Dengan begitu, lanjut Ahmad, patut diduga bahwa informasi tersebut sengaja tidak dipublikasikan karena memang ada dugaan penyelewengan soal data penerima bansos yang dilakukan oknum guna mengeruk keuntungan pribadi.

    Dengan demikian, para penerima bansos ini pun tidak dapat diverifikasi keberadaannya lantaran akses informasi data sangat tertutup. Sehingga hal itu berpotensi dimanipulasi dan dilebihkan usulan daftar penerima bantuan untuk mencairkan dana bantuan.

    “Ini bisa terjadi penyelewengan karena penerima tidak bisa diverifikasi keberadaannya,” kata Ahmad.

    Bandingkan dengan daerah lain di Tangerang Raya seperti Kota Tangsel dan Kabupaten Tangerang yang sedari awal telah mempublikasikan informasi tersebut di website resmi miliknya, yang bahkan mudah diakses oleh masyarakat umum. Namun hal itu justru tidak ada di Kota Tangerang, ada apa???

    “Kami sebagai masyarakat mendesak agar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin membuka segala bentuk informasi yang berhubungan dengan penanganan Covid-19,” tegasnya. (Ris/Hmi)