Vaksinasi di RSUD Kabupaten Tangerang Targetkan 100 Nakes Perhari

    FOTO: Tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang saat disuntik vaksin Covid-19

    TANGERANG – Para tenaga kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang mulai divaksin Covid-19. Tahap pertama vaksinasi Sinovac ini diberikan kepada 10 orang manajemen dan dokter fungsional.

    “Jadi hari ini kita lakukan 10 peserta. Itu kita pilih dari jajaran manajemen dan dokter yang fungsional,” ujar Direktur Utama RSUD Kabupaten Tangerang, Naniek Isnaini, Senin (25/1/2021).

    Naniek menyebut, jumlah karyawan di RSUD Kabupaten Tangerang sebanyak 1.595 orang, sedangkan kuota dosis vaksin Sinovac yang diterima sebanyak 2.600. Untuk besok, bakal divaksin maksimal 100 peserta per hari hingga proses vaksinasi ditargetkan selesai dalam dua pekan ke depan.

    “Dua minggu semua tenaga kesehatan harus selesai divaksin. Penyimpanan vaksin juga sudah sesuai dengan standard di suhu 2 sampai 8 derajat celcius,” katanya.

    Sementara ketua vaksinasi RSUD Tangerang Sherita Ginting menuturkan, tenaga kesehatan harus melakukan registrasi ulang dengan membawa kartu identitas diri seperti KTP. Kemudian, akan dilakukan wawancara terkait gejala kesehatan yang dialami maupun riwayat penyakit.

    Lalu, akan ada pemeriksaan tekanan darah sebelum memasuki ruangan vaksinasi. Hasil wawancara dan pemeriksaan medis akan diinput ke dalam sistem. “Nanti sistem yang akan membaca dan hasilnya bisa divaksin atau tidak akan terbaca dalam sistem,” jelasnya.

    Sherita menambahkan, tenaga kesehatan selanjutnya diarahkan ke ruang observasi setelah disuntik dan akan diberikan edukasi serta penyampaian informasi tentang kejadian ikutan pasca vaksinasi. Apabila ada gejala yang dialami akan dilakukan perawatan di ruang observasi yang sudah disiapkan.

    “Tadi ada tenaga kesehatan dengan hasil skrining tekanan darahnya tinggi dan diminta beristirahat. Setelahnya dicek kembali ternyata sudah normal tekanan darahnya dan boleh divaksin. Harus komunikasi dengan tim vaksinasi termasuk apabila ada gejala yang dialami setelah vaksinasi,” tuturnya.

    Sampai saat ini, lanjut Sherita, reaksi penolakan dari tenaga kesehatan untuk vaksinasi belum ada. Namun, ada sejumlah tenaga kesehatan yang tidak divaksin karena penyintas Covid-19 dan usia.

    “Saya kira sampai saat ini tidak ada keluhan apapun. Tapi ada beberapa yang tidak divaksin karena tensi darahnya tinggi. Ada juga yang tidak divaksin karena pernah covid-19,” pungkasnya. (Den)