
TANGERANG – Warga Warung Mangga Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, menolak kompensasi berupa mobil yang ditawarkan PT. Summarecon sebagai solusi atasi persoalan akses jalan yang ditutup.
Hal itu ditegaskan Ketua Karang Taruna RW 02 Kelurahan Panunggangan, Pungki Handoko saat hearing bersama pimpinan DPRD Kota Tangerang di ruang Badan Musyawarah Gedung DPRD Kota Tangerang, Kamis (26/11/2020).
Menurut Pungki, warga menolak tawaran tersebut lantaran tidak sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan. Pasalnya, keinginan warga hanyalah akses jalan yang layak dan bukan kendaraan seperti mobil pikap.
“Karena percuma dikasih mobil kalau akses jalan saja kita kesulitan. Jadi untuk apa mobil kalau jalanannya tidak ada. Sebenarnya kita ingin persoalan ini tidak berlarut-larut,” kata Pungki.
Sebab lanjut Pungki, persoalan tersebut berdampak terhadap kehidupan sehari-hari. Karena warga hanya ingin aktivitas kembali normal seperti biasa tanpa kesulitan akses jalan.
“Bagaimana hak-hak masyarakat yang sudah hampir dua bulan ini masih ngegantung,” tukasnya.
Terkait hal itu, Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo mengatakan, pihak pengembang Summarecon memang enggan membuka akses jalan menuju pemakaman warga. Sehingga, pengembang menawarkan opsi sebagai pengganti akses berupa fasilitas mobil.
“Kalau kendaraan roda empat berjenis mobil pribadi maupun pikap DPRD juga ga setuju,” katanya.
Namun, pria yang akrab disapa Bowo ini mengusulkan apabila Summarecon ingin memberikan fasilitas kendaraan seharusnya berjenis mobil ambulans, karena menurutnya memiliki banyak manfaat untuk warga.
“Informasinya demi kepentingan rencana pembangunan, jadi Summarecon tetap menutup jalan belakang. Tapi diberikan solusi berupa kendaraan roda empat. Kalaupun ini disepakati bersama, saya usul mobilnya ambulans,” tandasnya. (Hmi)

















