YBM PLN Perkuat Ekonomi Kaum Duafa Lewat Gerobak Berkah

    FOTO: Nampak para pengunjung tengah menikmati jajanan gerobak berkah kaum duafa dengan lesehan

    TANGERANG – Yayasan Baitul Maal (YBM) PT. PLN (Persero) UID Banten, berupaya perkuat ekonomi kaum duafa di masa pandemi Covid-19, lewat program gerobak berkah.

    Gerobak berkah merupakan program bantuan modal usaha yang bertujuan untuk memberdayakan kaum duafa dengan menjalankan usaha tanpa beban biaya. Selain gerobak berkah, YBM PLN juga memiliki program gerobak berdaya yang sasarannya pun kaum duafa.

    Dengan program tersebut, para kaum duafa diharap mampu menjalankan usaha dengan keterampilan yang dibekali pendamping dalam program gerobak berkah dan berdaya.

    “Jadi kita berdayakan duafa agar tidak selamanya menjadi mustahik. Makanya bantuan modal ini dikhususkan untuk kaum duafa,” ujar M. Hidayat, pendamping YBM PLN UID Banten, saat launching gerobak berkah dan berdaya di Jalan Duku 1 Perumahan Pondok Makmur, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Minggu (15/11/2020).

    Sebagai pendamping, Hidayat diamanahkan membimbing kaum duafa untuk menjalankan usahanya selama satu bulan. Ia pun tetap akan mengawasi perkembangan usaha para duafa selama proses pendampingan.

    “Tapi hasil dagangannya untuk mereka (kaum duafa-red) semua. Kita hanya bantu modal dan melakukan pendampingan selama satu bulan,” katanya.

    Pantauan di lokasi, gerobak berkah kaum duafa menyuguhkan menu masakan mie ayam seafood. Sementara gerobak berdaya menyajikan nasi ulam betawi. Kata Hidayat, kedua menu masakan memiliki khas tersendiri dengan harga yang masih terbilang standar.

    “Mie ayamnya punya khas, pake seafood. Dan nasi ulam-nya khas betawi, sangat jarang menu masakan seperti ini,” katanya.

    “Jadi buat teman-teman, ayo belanja di warung duafa di Jalan Duku 1 Kutabumi belakang alfamidi. Karena dengan belanja di kami, berarti anda membantu kaum duafa menjadi muzakki,” imbuhnya.

    Nur Muhammad Yusuf (26), penerima manfaat yang saat ini menjalankan usaha dagang nasi ulam mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Ia pun bersyukur atas kepercayaan pemodal kepada dirinya.

    “Makasih karena sudah percayai saya untuk menjalankan usaha. Saya sangat terbantu dengan program ini. Insyaallah saya akan kembangkan usaha ini, agar nanti bisa ditularkan ke warga lainnya,” ucap Yusuf.

    Pria yang sebelumnya pedagang rokok keliling ini bertekad menekuni profesinya sebagai penjual nasi ulam. Ia juga meyakini usaha yang dijalankannya ini akan sangat diminati oleh masyarakat.

    “Alhamdulillah udah banyak yang berkunjung. Saya yakin ke depannya tambah ramai,” katanya.

    Salah seorang pengunjung, Hartini mengaku datang untuk mencicipi nasi ulam betawi. Warga Jakarta Barat ini pun tak ragu merekomendasikan menu masakan gerobak berkah dan berdaya tersebut.

    “Kita jauh-jauh dari Jakarta mau jajal nasi ulam-nya. Rasanya maknyos, pokoknya ga nyesel dah. Kalau di Jakarta udah jarang, jadi sengaja melipir ke sini,” kata Hartini didampingi rekannya. (Hmi)