TANGERANG – Dedi Mahfudin terpilih sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang periode 2020-2025. Dedi terpilih pada Konfercab V PCNU Kota Tangerang yang berlangsung di Kampus STISNU, Minggu (29/11/2020).
Namun, terpilihnya Dedi diduga sarat kecurangan. Pasalnya, dalam pemilihan yang berlangsung demokratis melalui voting itu, perolehan suara Dedi lebih sedikit ketimbang pesaingnya yakni Sobrun Jamili yang memperoleh suara lebih banyak.
Maka seyogyanya, pihak yang memperoleh suara tertinggi dalam voting tersebut dinyatakan pemenangnya. Namun ironisnya, dalam kasus ini Dedi Mahfudin yang kalah dalam perolehan suara justru terpilih sebagai Ketua PCNU Kota Tangerang.
Hal tersebut menimbulkan kejanggalan. Bahkan beberapa menduga adanya kecurangan yang terstruktur. Salah seorang narasumber berinisial FN membenarkan ada indikasi kuat kecurangan dalam pelaksanaan pemilihan Ketua PCNU Kota Tangerang periode 2020-2025.
Bahkan sebelumnya, kata FN, terjadi pertemuan sejumlah orang yang membahas agenda bagaimana caranya supaya panitia pemilihan PCNU Kota Tangerang tidak dipercayai lagi oleh semua anggotanya.
“Ada, sangat ada kecurangan. Hal itu dilakukan dengan membuat sesuatu kekisruhan di kecamatannya, itu salah satunya,” ungkap FN, saat dihubungi beritatangerang.id, Senin (30/11/2020).
Maka, dampak dari kekisruhan tersebut menyebabkan terjadinya pemilihan melalui hak veto Syuriah. Padahal, lanjut FN, dalam pemilihan Sobrun unggul dengan 8 suara, sementara Dedi hanya meraih 5 suara.
“Jadi kisruh, dan akhirnya kita menunggu hasil Rois Syuria, meminta restu untuk melanjutkan pencalonan. Akan tetapi dari Rois Syuria tidak mengizinkan Sobrun untuk melanjutkan pencalonan tanpa alasan apapun,” tukasnya.
Sementara sebelumnya, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah berharap siapapun yang terpilih agar tetap dapat menjalin sinergitas positif dengan Pemkot Tangerang.
“Siapapun yang akan terpilih, tetap jaga dan jalin sinergitas. Baik dengan pihak pemerintah maupun dengan pihak Kepolisian, TNI serta kelompok keagamaan lainnya,” ucap Arief. (Hmi)


















