Bus Tayo dan Angkot Si Benteng Siap Antar Anak Sekolah Gratis

    Bus Tayo dan Angkot Si Benteng, siap melayani anak sekolah gratis.

    TANGERANG – Bus Tayo dan Angkot Si Benteng siap antar anak sekolah gratis. Kebijakan tersebut dikeluarkan Pemkot Tangerang lewat Dinas Perhubungan, terhitung mulai hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2025/2026.

    Pemkot Tangerang menyediakan sebanyak 40 unit Bus Tayo dan Angkot Si Benteng gratis untuk mendukung kelancaran transportasi para murid. Langkah itu merupakan komitmen dari program Gampang Sekolah yang diinisiasi untuk mempermudah akses siswa menuju sekolah tanpa biaya tambahan.

    Kepala Dishub Kota Tangerang, Achmad Suhaely mengatakan, layanan angkutan ini menjadi dukungan konkret dari pemkot untuk memastikan anak-anak dapat berangkat ke sekolah tepat waktu tanpa beban biaya.

    Sebanyak 10 bus disiapkan pada empat koridor utama yang telah ditentukan. Ditambah sembilan koridor untuk Angkot Si Benteng.

    Baca Juga: Sachrudin Bakal Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Selama MPLS

    “Program ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan akses pendidikan yang mudah bagi semua anak. Di hari pertama sekolah, kami ingin anak-anak merasa semangat. Khususnya di hari pertama sekolah, mereka terbantu dengan layanan bus gratis ini,” kata Suhaely, Minggu (13/07).

    Ia menambahkan, langkah ini diambil sebagai bentuk perhatian Pemkot Tangerang terhadap kebutuhan transportasi aman, nyaman, dan terjangkau bagi anak sekolah. Sehingga dapat menumbuhkan kebiasaan menggunakan transportasi umum sejak dini.

    “Program ini bukan hanya untuk hari pertama sekolah saja, tapi terus berlanjut. Karena telah diluncurkan sejak Hari Pendidikan Nasional lalu. Jadi, silakan untuk dimanfaatkan bersama, karena armada Bus Tayo aman, dan nyaman,” ujar Suhaely.

    Dengan adanya program ini, diharapkan para siswa dan orang tua dapat memanfaatkannya secara optimal.

    “Kami mengajak seluruh anak-anak untuk menggunakan fasilitas ini dengan baik. Juga menjaga ketertiban dan menjaga kenyamanan bersama selama perjalanan. Semoga ini menjadi langkah awal yang baik dalam menciptakan kebiasaan positif untuk berangkat ke sekolah,” tukas Suhaely. (rls/tam)