Sesuai Protokol, Tim Pengamatan Hilal Stageof Tangerang Kenakan Masker

    FOTO: Sejumlah personil saat melaksanakan rukyat hilal ramadhan di lantai IV kantor BMKG Stageof Tangerang

    TANGERANG – Di tengah situasi pandemi Covid-19, Stasiun Geofisika (Stageof) Tangerang tetap melangsungkan pengamatan rukyat hilal Ramadhan 1441 Hijriyah sesuai protokol kewaspadaan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Sesuai amanat Undang-Undang No.31 Tahun 2009 tentang Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, maka pengamatan rukyat hilal tetap dilangsungkan meski dalam kondisi PSBB di Kota Tangerang.

    Staf Data dan Informasi Stageof Tangerang Dinda Ayu menjelaskan, secara khusus pengamatan hilal kali ini disertai dengan protokol kewaspadaan dan pencegahan penyebaran Covid-19 yang diinstruksikan Kepala BMKG nomor INS.1/III/2020 tentang pencegahan penyebaran Covid-19 dan nomor INS.2/III/2020 tentang kewaspadaan penyebaran Covid-19 ke semua pegawai dan keluarga di lingkungan BMKG.

    “Pengamatan hilal yang kami laksanakan sesuai dengan instruksi mulai dari lokasi pengamatan dekat/di lingkungan kantor, jumlah pengamat paling banyak 4 orang, wajib menggunakan masker, semua pengamat dalam keadaan sehat, dan bila lokasi rukyat berada di daerah PSBB, maka harus mengikuti peraturan PSBB yang berlaku,” ungkap Dinda, Kamis (23/4/2020).

    Oleh sebab itu, lanjut Dinda, pengamatan awal bulan Ramadhan 1441 H lebih diutamakan kepada masyarakat, supaya tetap di rumah saja sambil menyimak live streaming di youtube info BMKG.

    “Pengamatan hilal kami laksanakan di halaman Kantor Stasiun Geofisika Tangerang dengan 4 orang personil dan tetap menggunakan masker,” terangnya.

    Dinda melanjutkan, adapun peralatan rukyat hilal BMKG yakni berupa teleskop + detector tingkat kecerahan langit, komputer akuisisi data, dan video streaming ke server BMKG Pusat melalui sambungan internet.

    “Jadi masyarakat bisa menyaksikan pengamatan kami melalui http: bmkg.go.id/hilal. Teleskop yang kami gunakan dilengkapi dengan hand-controller untuk menggerakannya secara otomatis mengikuti objek langit yaitu bulan,” paparnya.

    Saat pengamatan pada 23 April 2020 dari sejak matahari terbenam hingga bulan terbenam tidak ada objek astronomis lainnya dengan jarak sudut lebih kecil daripada 5° dari bulan.

    Kepala Stageof Tangerang Suwardi menerangkan, bila dilihat berdasarkan peta ketinggian hilal pada Kamis 23 April 2020, wilayah Provinsi Banten berada di kisaran 3,5° hingga 3,75° saat matahari terbenam.

    “Tinggi hilal adalah besar sudut yang dinyatakan dari posisi proyeksi bulan di horizon teramati hingga ke posisi pusat piringan bulan berada,” jelasnya.

    Adapun keterangan tinggi hilal positif berarti hilal berada di atas horizon pada saat matahari terbenam, sedangkan bila tinggi hilal negatif berarti hilal berada di bawah horizon pada saat matahari terbenam.

    Suwardi melanjutkan, berdasarkan peta elongasi saat matahari terbenam pada 23 April 2020, Provinsi Banten berada pada elongasi 4,7°- 4,8°, dengan umur bulan berada di kisaran 8,25°- 8,5°.

    “Sejauh ini dari pengamatan yang telah dilakukan BMKG, tinggi hilal yang mungkin teramati oleh teleskop paling rendah adalah 5,21° dengan elongasi terkecil 5,80°,” urainya.

    Diketahui, berdasarkan Menteri Agama Brunei Darussalam Indonesia Malaysia dan Singapura (MABIMS), hasil hisab yang sudah memenuhi kriteria antara lain tinggi hilal minimal 2° dengan elongasi minimal 3°, dan umur hilal minimal 8 jam. Secara perhitungan menggunakan kriteria tersebut, maka hilal pada hari Kamis 23 April 2020 sudah masuk bulan Ramadhan 1441 H.

    Sementara BMKG, lanjut Suwardi, dalam menentukan awal bulan Ramadhan menggunakan 2 metode yaitu perhitungan (hisab) dan metode rukyat, yang kedua hasilnya tetap dilaporkan dalam sidang bersama dengan Kementerian Agama Pusat.

    “Jadi Kemenag yang akan menentukan awal bulan Ramadhan berdasarkan hasil sidang isbat,” pungkasnya. (Hmi)