
TANGERANG – Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah bersama Wakinya Sachrudin dan Kapolres Metro Tangerang Kota, Sugeng Hariyanto, meninjau protokol kesehatan di sejumlah fasilitas publik pada masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke new normal.
Peninjauan meliputi beberapa fasilitas transporstasi publik dan pusat perbelanjaan. Diantaranya Stasiun Tangerang, Stasiun Tanah Tinggi, Terminal Poris Plawad, Hotel Novotel Tangerang dan Tangcity Mall.
“Jaga jarak ya duduknya,” kata Arief, mengingatkan beberapa penumpang kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Tanah Tinggi, Selasa (9/6).
“Wastafel tempat cuci tangannya jangan terlalu jauh. Tambahin juga tempat duduknya. Supaya yang nunggu gak berdekatan dan bisa melakukan physical distancing,” ujar Arief kepada petugas.
Saat meninjau gerbong KRL, Arief mengingatkan petugas supaya mengikuti aturan jumlah penumpang KRL. Yaitu tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas penumpang selama PSBB transisi.
Usai memantau stasiun dan terminal, Arief bersama rombongan mendatangi pusat perbelanjaan Tangcity Mall dan Hotel Novotel Tangerang.
Setibanya dilokasi, kesiapan protokol kesehatan Covid-19 sudah terlihat mulai dari pintu masuk pengunjung. Di sana tampak telah disediakan petugas pengecek suhu tubuh, bilik disinfektan. Bahkan hand sanitizer tersedia di setiap lantai, toilet, hingga tempat ibadah.
“Kalau kita lihat, rata-rata pusat pertokoan sudah menyiapkan protokol kesehatan apabila nanti diizinkan oleh pemerintah untuk dibuka,” ungkapnya.
Para pengelola menurut Arif, telah mempersiapkan skrining kesehatan. Ditambah fasilitas pencuci tangan dan penerapan jaga jarak di seluruh fasilitas yang ada.
Meski kelengkapan protokol kesehatan sudah dipenuhi, namun Arief belum dapat memastikan kapan pusat perbelanjaan (mall) dapat dibuka kembali.
“Belum bisa dipastikan kapan mulai dibuka. Kami masih berkoordinasi dan menunggu arahan dari Pemprov Banten dan Pemerintah Pusat,” jelasnya.
Ditanya soal kapasitas yang diperbolehkan, Arief menyebut ada pembatasan 35 persen pengunjung dan 50 persen area parikir kendaraan.
“Kami berharap pengelola menyiapkan alat checker, Jadi bila nanti memang tempatnya ramai, terpaksa akan kami tutup kembali,” tukas Arief. (hms/dev)

















