TANGSEL (BT) – Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menyebut sedikitnya ada tiga RT di wilayah Setu yang terpapar radioaktif. Hal itu disampaikan Airin dalam rapat tindaklanjut penanganan radioaktif di Perumahan Batan Indah Setu, Tangsel.
“Sekarang kami akan menunggu arahan selanjutnya. Saya harap bisa lebih cepat dari 20 hari,” ujar Airin dalam Rakor yang dipimpin oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro, di lantai 25 Gedung II BPPT, Jakarta.
Lanjut Airin, soal radioaktif tentunya tidak dapat dijelaskan oleh sembarang orang yang bukan ahlinya. Pemerintah pusat juga berpesan agar tidak menyebarkan info yang simpangsiur.
“Mengenai ini tentu tidak bisa dijelaskan oleh sembarang orang selain tenaga ahlinya,” kata Airin.
Sementara itu, Menristek-BRIN Bambang Brodjonegoro menegaskan bahwa peristiwa kontaminasi bahan radioaktif ini bukan akibat kebocoran fasilitas reaktor nuklir yang ada di Puspiptek Setu.
“Prosedur dari staf atau pegawai Batan yang bekerja di kompleks reaktor sudah terjaga dengan baik, sehingga potensi kebocoran tadi juga relatif sudah tidak mungkin,” katanya. (Hmi)





















