Aktivis Lingkungan Soroti TPS Liar dan Lapak Limbah Ban di Tangerang

    FOTO: TPS liar di Sukadiri Tangerang

    TANGERANG – Setelah sebelumnya memergoki Industri Pembuang Limbah, Cirarab Ranger Patrol (CRP) Banksasuci kembali mendapati sumber pencemar Sungai Cirarab lainnya yaitu Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Liar dan Pengolah Limbah Ban yang diduga ilegal atau tak berizin.

    Saat dihubungi lewat sambungan Whatsapp, Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus menuturkan, kedua lokasi tersebut berada persis di bantaran Sungai Cirarab.

    Ade mengatakan, sampah yang dibawa dengan truk-truk itu berjatuhan menyusuri aliran sungai Cirarab, sehingga terus menumpuk.

    “Sampah di TPS itu pas diturunkan dari truk terus ditumpuk, sampahnya itu berjatuhan ke Sungai Cirarab, nah sampah-sampah yang terbawa arus nyangkutnya itu di Wastetrap kita, terus yang lapak pengolah limbah ban mereka bakar ban persis di bantaran jadi residu-nya itu berjatuhan ke sungai,” kata Ade, Minggu (24/1/2021).

    Hasil penelusuran yang dilakukan CRP Banksasuci, lanjut Ade, sampah berton-ton yang diangkut truk tersebut diduga bersumber dari sebuah hotel dan Mal di wilayah Tangerang. Sementara untuk hasil pengolahan limbah ban dibawa ke salah satu industri di bilangan Bitung.

    “Informasi yang kami himpun begitu, sampah-nya diduga bersumber dari sebuah hotel dan mol, dan ini sudah berlangsung cukup lama, kalau yang limbah ban hasil pengolahannya itu diduga dibawa ke salah satu industri di bilangan Bitung,” terangnya.

    Pria yang dikenal sebagai penggiat lingkungan ini berharap aparat terkait dapat segera melakukan penutupan dan memberikan sanksi kepada pengelola TPS dan Lapak Pengolah Ban yang diduga ilegal tersebut.

    “Terkait sampah, kan sudah ada Perda Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah dan Lumpur Tinja, bahkan kalau mengacu pada UU Nomor 18 Tahun 2008 sanksi pidana penjara paling lama 10 Tahun dan denda paling sedikit Lima Milyar Rupiah, Kalau pencemaran Limbah Ban sanksinya tertuang di UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, jadi bila terbukti melanggar tinggal tindak saja lalu tutup secara permanen,” tandasnya. (Hmi)