Tercatat Ribuan Pelanggar Selama Dua Pekan PPKM di Kota Tangerang

    FOTO: Para petugas saat melakukan penertiban di kawasan Puspemkot Tangerang

    TANGERANG – Selama hampir dua pekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilaksanakan. Dalam masa itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang mencatat sebanyak 1.515 pelanggar protokol kesehatan.

    Dari ribuan pelanggar, 70 di antaranya dikenakan sanksi denda sebesar Rp50 ribu. Hal itu diungkapkan Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Agus Hendra Fitrahyana, saat dihubungi melalui seluler, Minggu (24/1/2021).

    “Selama 11 hari ini kita temukan 1.515 pelanggaran protokoler kesehatan yang mayoritas dilakukan oleh masyarakat, di mana 1.272 orang tidak menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah,” ucap Agus.

    “Sementara tercatat 1.202 pelanggar telah menjalani sanksi sosial seperti membersihkan ruang masyarakat, hukuman fisik seperti push up dan hukuman displin lainnya dan 70 orang kita jatuhkan sanksi denda sebesar Rp50 ribu,” imbuhnya.

    Sedangkan bagi para pengusaha yang melanggar aturan PPKM, lanjut Agus, juga dikenakan sanksi tegas dengan melakukan penutupan sementara hingga memberikan denda Rp300 ribu kepada pengusaha yang melanggar aturan PPKM di Kota Tangerang.

    “Untuk pengusaha tempat hiburan, kuliner dan jenis usaha lain yang melanggar, kami temukan 7 pelanggaran selama 11 hari di mana 3 jenis usaha kita tutup sementara pengoperasiannya dan 4 jenis usaha kita berikan sanksi denda sebesar Rp300 ribu,” jelas Agus.

    Agus berharap masyarakat disiplin diri terhadap protokoler kesehatan dengan menerapkan program 4M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan), mengingat angka pasien positif di Kota Tangerang terus meningkat sehingga membuat sejumlah rumah sakit dan tempat isolasi yang disediakan Pemkot Tangerang kini penuh.

    “Kami berupaya terus memaksimalkan operasi penegakan disiplin masyarakat. Harapan kita masyarakat tidak hanya berdisiplin saat ada petugas saja, namun berdisiplin diri di setiap kesempatan untuk menjaga diri sendiri agar terhindar dari paparan Covid-19. Karena ini angka pasiennya terus meningkat dan membuat RS dan rumah isolasi makin penuh,” tandasnya. (Hmi)