Begini Usulan KONI Kota Tangerang Jelang Porprov VI

    FOTO: Suasana rapat di kantor KONI Provinsi Banten

    BANTEN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banten sepakati usulan KONI Kota Tangerang terkait batasan pendaftaran atlet jelang pelaksanaan Porprov Banten VI pada 2022.

    Dalam usulan tersebut KONI Kota Tangerang meminta agar pendaftaran atlet maksimal 8 bulan sebelum pesta olahraga itu dimulai.

    Sektretaris Umum KONI Kota Tangerang Warta Ginting mengatakan, ususula itu merupakan bentuk antisipasi agar tidak ada atlet yang dobel kependudukan. Kemudian agar setiap daerah mempersiapkan atletnya jauh hari.

    “Jadi 8 bulan sebelum pelaksanaan sudah masuk ke panitia sehingga setiap daerah tidak ada lagi bongkar pasang pemain,” ujarnya saat dikonfirmasi beritatangerang.id, Rabu (29/7/2020).

    Usulan itu disepakati dalam rapat yang digelar di Aula KONI Banten, pada Jumat, (24/7/2020) lalu, yang dihadiri para perwakilan KONI daerah. Dalam rapat tersebut juga membahas tentang Peraturan Mutasi Atlet dan Peraturan Porprov VI 2020.

    Warta Ginting menambahkan, tahapan yang harus ditempuh masing-masing daerah untuk mengikuti Porprov VI 2022 di antaranya pendaftaran cabang olahraga dan nomor pertandimgan perlombaan yang akan diikutsertakan jumlahnya. Baru kemudian tahap keduanya pendaftaran nama atlet.

    “Serta yang ketiga, pendaftaran kontingen secara serentak. Semua pendaftaran atlet dan cabor wajib akreditasi,” ujarnya. Pendaftaran tersebut akan buka 12 bulan sebelum pelaksaan Porprov VI Banten 2022.

    Menurut Ginting, sebenarnya setiap daerah diperbolehkan untuk merekrut atlet dari luar. Namun, mutasi atlet harus disegerakan, sehingga 8 bulan sebelum pelaksanaan Porprov, atlet tersebut sudah memiliki identitas di salah satu daerah di Banten.

    “Artinya kalau proses mutasinya sudah dilaksanakan 8 bulan sebelum pelasanaan porprov-kan sah sah saja,” ucap Ginting.

    Hal tersebut, lanjut Ginting, adalah untuk menghindari kejadian sebelumnya yakni pada Porprov V 2018 di Kabupaten Tangerang. Saat itu terdapat atlet yang membela daerah di wilayah Banten. Namun, diduga belum memenuhi syarat mutasi.

    “Kalau kemarin (Porprov V 2018) ada atlet yang bertanding final di Porda Jawa Barat tanggal 18 oktober 2018, 12 november sudah bertanding lagi atas nama kota kabupaten di Banten,” terangnya.

    Namun, sangat disayangkan KONI Banten menolak usulan KONI Kota Tangerang agar Porprov VI ditunda. Ginting juga menuturkan, usulan tersebut dilayangkan lantaran kondisi pandemi Covid-19 membuat persiapan pelaksanaan pesta olahraga ini menjadi terganggu.

    Kota Tangerang sebagai tuan rumah menurutnya belum siap apabila Porprov VI dilaksanakan pada 2022. Karena melihat kondisi Venue utama Stadion Tangerang Ayo yang hingga kini pengerjaannya belum dimulai.

    “Teman-teman KONI Kota dan Provinsi seolah-olah tidak melihat kondisi pandemi saat ini. Namun tetap melihat agenda bahwa pelaksaan Porprov tetap dilaksanaan tahun 2022,” tandasnya. (Hmi)