Belasan Ribu Pelanggar PSBB dan PSBL di Tangerang Diganjar Sanksi Sosial

    FOTO: Pengawasan di lokasi cek poin wilayah Kota Tangerang (dok.ist)

    TANGERANG – Dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pembatasan sosial berskala lokal (PSBL), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang efektif melakukan pengawasan dan penegakan hukum di sejumlah titik yang dianggap rawan pelanggaran.

    “Hingga tanggal 26 Juni kami catat ada sekitar 14 ribu pelanggar, mereka kami beri sanksi sosial,” ujar Agus Prasetyo Sekretaris Satpol PP Kota Tangerang.

    Pihaknya melakukan pengawasan sesuai peraturan wali kota yang diterapkan terutama pada zona merah di sejumlah wilayah Rukun Warga (RW).

    “Tak hanya di situ, kami juga melakukan penegakan aturan di keramain seperti sejumlah pasar yang tersebar di 13 kecamatan,” terangnya.

    Dengan diperpanjangnya PSBB yang disertai PSBL, Agus dan jajarannya akan lebih intensif lagi dan berkoordinasi dengan Gugus Tugas RW agar zona merah serta disiplin warga dalam menerapkan protokol kesehatan terus terjaga.

    Terpisah, Ketua RW 04 Kecamatan Batuceper, Ch Budin mengatakan, sosialisasi disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan terus dimaksimalkan agar tingkat kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap Covid-19 bisa dipertahankan.

    Terlebih, kata Budin, wilayah yang dihuni sekitar 2000 jiwa itu ditetapkan sebagai zona merah oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

    “Kami maksimalkan agar warga disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat, misalnya kami sediakan tempat cuci tangan di setiap gang warga, dan mewajibkan setiap warga yang keluar rumah dengan menggunakan masker,” pungkasnya. (Hmi)