Di Tangerang, Transaksi Uang Dinar dan Dirham bikin Heboh Warganet

    FOTO: (ilustrasi)

    TANGERANG (BT) – Pengguna media sosial (medsos) di Provinsi Banten kembali dibuat viral. Setelah sebelumnya warganet dihebohkan dengan destinasi wisata Negeri di Atas Awan. Kini, Kota Tangerang yang menjadi bagian wilayah Provinsi Banten kembali dihebohkan dengan adanya transaksi pembayaran menggunakan dinar dan dirham.

    Pengunjung yang bertransaksi di Pasar Muamalah Kota Tangerang tak hanya menggunakan uang rupiah. Para pengunjung juga dianjurkan untuk bertransaksi dengan dinar emas dan dirham perak.

    Pasar Muamalah ini digelar setiap Minggu di area sekitar Masjid An-Nabawi, Perumahan Banjar Wijaya, Cipondoh, Kota Tangerang. Untuk mendapatkan dinar emas dan dirham perak, panitia mengarahkan pengunjung menukar uang rupiah yang tersedia di lokasi.

    Salah seorang Staf Sekretariat Masjid An-Nabawi, Arief Baidillah mengatakan, Pasar Muamalah ini baru dua kali digelar dalam dua pekan terakhir. Ia menyebut, pagelaran pasar ini diinisiasi oleh seorang ustaz terkemuka yang bekerjasama dengan Masjid An-Nabawi.

    “Betul, di sini ada Pasar Muamalah setiap hari Minggu. Setahu saya, baru sebulan terakhir ada Pasar Muamalah di sini,” ujarnya saat ditemui di Sekretariat Masjid An-Nabawi, Senin (14/10/2019).

    Ia menjelaskan, bagi pengunjung yang bertransaksi di Pasar Muamalah dianjurkan untuk menggunakan dinar emas dan dirham perak. Sementara panitia menerima penukaran uang rupiah dengan kedua alat tukar yang dahulu digunakan dalam bertransaksi di jaman kerajaan timur tengah itu.

    “Satu dirhamnya ditukar dengan uang Rp73 ribu. Karena transaksi di Pasar Muamalah dianjurkan oleh panitia pakai dirham,” ucapnya.

    Arief menuturkan, transaksi menggunakan alat tukar dinar emas dan dirham perak dilakukan agar jemaah menjalankan sunah Nabi Muhammad SAW.

    “Ini peraknya, perak betulan,” katanya.

    Arief menyebut, Pasar Muamalah dibuka setelah para jemaah mengikuti kajian di dalam masjid sekitar pukul 10.00 WIB. Pasar ini cukup antusias menarik perhatian jemaah maupun pengunjung. Sebab katanya, sembako dan perlengkapan muslim yang dijajakan di pasar ini ludes terjual hanya dalam waktu beberapa jam.

    “Pengunjungnya yang belanja ramai banget,” ujarnya.

    Transaksi menggunakan dinar emas dan dirham perak ini ramai dibicarakan di media sosial, khususnya Facebook. Warganet mempertanyakan penerapan transaksi itu kepada pemerintah.

    “Bagaimana ini Pemkot Tangerang? Gubernur Banten? Mau merubah mata uang rupiah?” tulis akun Siti Khadijah dalam unggahannya di Facebook seperti terpantau Beritatangerang.id, Senin (14/10/2019). (Dens/Hmi)