
TANGERANG – Kinerja Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) Kota Tangerang belum optimal. Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Tangerang Tasril Jamal.
“Serius tidak optimal, karena kita sendiri tidak melihat hasil CSR apa yang ada di Tangerang ini,” ujarnya, Selasa (20/4/2021).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menilai kinerja forum CSR di beberapa kota lain sudah sangat optimal, karena dapat menggandeng perusahaan untuk turut terlibat dalam pembangunan kota. Namun hal itu belum terjadi di Kota Tangerang.
“Kamu coba cek di Semarang, perusahaan di sana Dinas PU kasih program, terus dibantu programnya. Jadi, dia yang ngerjain, bukan duit yang ngambil. Jadi, drainase rapi,” ungkapnya.
Lanjutnya, Forum CSR Kota Tangerang juga dapat menerapkan strategi tersebut untuk pembangunan kota seperti memecahkan persoalan banjir.
“Bukan uang CSR dikumpul forum, tapi kita enggak tahu dana CSR-nya dibawa ke mana,” tukasnya.
Perusahaan terbuka, lanjutnya lagi, BUMN dan BUMD di kota seribu industri dan sejuta jasa ini begitu banyak jumlahnya. Maka seharusnya, Forum CSR Kota Tangerang bisa menggandeng perusahaan-perusahaan tersebut untuk turut serta dalam program CSR.
“Di sini perusahaan Tbk banyak dan mereka untungnya triliunan. Sedikitnya 2,5 persennya harus digunakan dana CSR. Ini ke mana,” katanya.
Tasril berharap pandemi COVID-19 ini tidak dijadikan sebagai selimut atau alasan untuk tidak melakukan program. Maka dari itu, pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada Forum CSR Kota Tangerang terkait kinerja yang tidak optimal tersebut.
“Ini saya minta Forum CSR kita panggil nanti, kita tanya. Yang jelas saya melihat tidak optimal,” tandasnya.
Terpisah, Ketua FTJSL Kota Tangerang Mulyanto menepis tudingan tersebut. Sebab hingga saat ini pihaknya masih terus melanjutkan berbagai program dari program tahun sebelumnya.
“Mengingat situasi perekonomian yang belum memungkinkan, pandemi yang belum normal, para pelaku usaha perusahaan-perusahaan swasta, BUMN, BUMD yang kita konfirmasi masih belum dapat memberikan jawaban pasti untuk berkolaborasi programnya dengan FTJSL,” tegasnya. (Hmi)

















