Dishub Targetkan Realisasi Enam Koridor

    Kadishub Kota Tangerang Saeful Rohman (dua kiri), pada saat melaunching perpanjangan rute koridor 1 beberapa waktu lalu.

    TANGERANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, menargetkan realisasi operasional 6 koridor Bus Rapid Transit (BRT). Target tersebut diupayakan dapat diwujudkan hingga akhir tahun 2019.


    Seperti diketahui, saat ini telah berjalan 2 koridor BRT. Koridor pertama melayani rute terminal Poris Plawad – Jatake. Sedangkan koridor kedua jurusan terminal Poris Plawad – Perumnas Tangerang. 


    Untuk memuluskan rencana tersebut, awal tahun ini Dishub akan segera melakukan koordinasi dengan pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Tangerang. Termasuk para pemilik dan pengemudi angkot yang jalurnya dilewati BRT.


    “Kami akan duduk bersama membicarakan hal ini. Supaya semua pihak tidak ada yang merasa keberatan apalagi dirugikan,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Saeful Rohman. 


    Hal itu juga menurut Saeful, sangat perlu dilakukan. Supaya pada saat BRT beroperasi, tidak ada lagi gesekan di lapangan. “Mudah-mudahan agenda penambahan 4 koridor ini bisa dilaksanakan paling lambat akhir tahun ini. Supaya bisa memberikan layanan angkutan massal yang murah, nyaman dan tepat waktu bagi masyarakat Kota Tangerang,” tuturnya. 


    Sedangkan untuk penambahan trayek baru tambah Saeful, koridor 3 akan melayani rute Poris Plawad – Ciledug. Koridor 4 Poris Plawad – Bandara Soetta, Koridor 5 Bandara Soetta – Cadas, sedang terakhir Koridor Lingkar (Circle Corridor). 
    Untuk diketahui, BRT merupakan sebuah sistem bus yang dikembangkan untuk melayani penumpang umum di wilayah Kota Tangerang, secara lebih nyaman, aman, teratur, terjadwal serta terjangkau dan terintegrasi. 


    Pelayaan BRT Kota Tangerang memiliki armada bus yang dioperasionalkan dengan alat pendingin. Pada saat beroperasi, di dalam bus tidak dimungkinkan adanya para pedagang dan pengamen. Sehingga penumpang dapat menikmati kenyamanan dalam perjalanannya. 


    Layanan BRT Kota Tangerang yang dikembangkan Dishub, peduli terhadap rasa aman penumpang. Yaitu dengan menyiapkan satuan pengamanan dan kamera pemantau yang tersedia di setiap halte. 


    Pelayaan BRT menumbuhkan budaya teratur dalam bertransportasi. Sebab hanya menaikan dan menurunkan penumpang pada fasilitas yang telah disediakan. Pelayanan BRT Kota Tangerang mendorong keterjaminan layanan bagi para penumpang. Dengan menyiapkan jadwal operasional serta jadwal keberangkatan dan kedatangan secara tetap. 


    Pelayanan Trans Kota Tangerang memiliki tarif yang relatif murah bagi penumpang. Saat ini hanya mematok harga tiket seharga 2000 rupiah untuk perjalanan jauh maupun dekat. Ke depan, Dishub akan diwujudkan sistem satu tiket bagi penumpang yang ingin menikmati layanan seluruh Koridor BRT di wilayah Kota Tangerang.


    Sementara itu Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menuturkan, BRT pada koridor utama juga berperan sebagai angkutan feeder yang terintegrasi dengan layanan angkutan Transjabodetabek. 


    Juga terintegrasi dengan angkutan kereta api komuter Tangerang – DKI Jakarta dan Tangerang – Bandara Soekarno Hatta. Serta sebagai angkutan pemadu moda yang menghubungkan wilayah Kota Tangerang dengan kawasan Bandara Soekarno – Hatta. (ads)