IMG-20190717-WA0003

    Harga Bawang Putih Mahal, Kemendag Gelar Operasi di Pasar Anyar

    Bawang Putih (ilustrasi).

    TANGERANG – Tingginya harga bawang putih dipasaran, menyebabkan keluhan tersendiri bagi masyarakat. Mengatasi hal tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menggelar operasi di pasar Anyar, Sabtu (11/5).

    Didampingi Wakil Walikota Tangerang Sachrudin, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Banten, Dinas Perindustrian dan DInas Perdagangan Provinsi Banten, upaya untuk menyetabilkan harga pun dilakukan.

    Irjen Kemendag Sri Agustina mengakui, bila telah terjadi peningkatan harga jual komuditas bawang putih pada dua minggu terahir ini. “Berdasarkan pantauan kami, memang telah terjadi kenaikan harga bawang putih. Guna menyetabilkannya, kami menyuplai sebanyak 4 ton bawang putih ke para pedagang di Kota Tangerang. Komoditi ini didatangkan dari para  importir dan distributor,” terang Irjen Kemendag Sri Agustina. 

    Berdasarkan pantauannya pula, harga bawang putih di Pasar Anyar telah mulai berangsur turun. Sebelumnya komoditas ini mencapai harga jual Rp50 ribu per kilogram. Kini telah turun menjadi Rp 40 ribu per kilogramnya. Terkait kegiatan operasi pasar, pihaknya hanya memfasilitasi. Sebab kegiatan yang digelar merupakan kerjasama antara importir dan distributor ke Pemkot Tangerang.

    Pada kegiatan tersebut, para distributor menjual bawang putih seharga Rp25 ribu. Dan tidak diperbolehkan menjual kepada pengecer lebih dari Rp 32.500 setiap kilogramnya. Sri berharap, harga bawang putih bisa turun lagi dari Rp40 ribu menjadi Rp 32.500.

    Terdapat pula penurunan harga komuditas lain. Diantaranya bawang merah dari Rp38 ribu menjadi Rp 35 ribuan. Namun untuk daging ayam, harga dipasaran masih cukup tinggi. Yaitu mencapai Rp35 – 38 ribu harga dari peternak. Menyiasati hal itu, ia meminta konsumen agar membeli daging ayam dalam kondisi utuh.

    “Harga mahal itu buat daging ayam yang sudah dibersihkan. Kalau beli ayam utuh, harganya bisa lebih murah. Bahkan masih dapat lebihan usus dan hatinya,” ungkap Sri. Ia mengklaim, bila pasokan bahan kebutuhan pokok akan berada pada posisi aman aman hingga hari raya Idul Fitri.

    Pada kesempatan itu ia mengimbau, supaya para pedagang menaati standar harga jual yang dikeluarkan Kemendag. Bahkan untuk memonitor harga kebutuhan pokok, ia mengaku telah bekerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Banten, Satgas Pangan dan pemkot.

    “Kalau ada pedagang yang ketahuan menual harga tinggi, kami meminta bakal meminta untuk menurunkan sesuai harga yang ditentukan. Kalau kedapatan menjual harga tinggi untuk keuntungan pribadi, mereka akan disanksi tidak mendapat pasokan,” tegas Sri.

    Sementara itu Wakil Walikota Tangerang Sachrudin mengatakan, kegiatan operasi pasar merupakan upaya pemkot untuk menekan harga bawang putih. Ia berharap, agar harga komoditas tersebut dapat segera turun.

    Sama seperti Sri, ia juga menjamin bila harga dan pasokan kebutuhan pokok bakal aman hingga perayaan lebaran. “Stok hingga hari raya Idul Fitri. Jami akan terus melakukan monitoring,” katanya. (res)