HUT, Pemkot Tangerang Musnahkan Ribuan Miras

    FOTO: Suasana saat pemusnahan ribuan botol miras di Puspemkot Tangerang

    TANGERANG (BT) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Tangerang, ribuan botol minuman keras (miras) dimusnahkan jajaran aparatur Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Jumat (28/2/2020).

    Pemusnahan miras dari berbagai jenis ini dilakukan dengan cara digiling menggunakan buldoser di halaman gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

    “Mudah-mudahan ini menjadi komitmen pemkot dengan seluruh rekan Forkopimda untuk bisa menjaga, mengamankan seluruh wilayah Kota Tangerang dari berbagai penyakit sosial,” ucap Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah saat memimpin pemusnahan.

    Kastpol PP Kota Tangerang Agus Hendra Fitrahiyana (kanan), pada acara pemusnahan miras.

    Sebanyak 8.286 botol berisi miras yang dimusnahkan ini merupakan hasil operasi Satpol PP di seluruh wilayah kecamatan se-Kota Tangerang dalam kurun Februari 2019 – Februari 2020. Selain itu, terselip juga 300 ciu plastik dan 5 drigen ukuran 20 liter.

    Operasi dilakukan dalam rangka menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Penjualan dan Peredaran Minuman Beralkohol.

    “Saya mengajak masyarakat untuk taat terhadap regulasi yang mengatur tentang haramnya menjual maupun mengkonsumsi miras demi mewujudkan masyarakat berakhlakul karimah,” kata Arief.

    Adapun miras yang dimusnahkan tersebut jumlahnya diklaim menurun dibanding kurun tahun 2018-2019 yang mencapai 12.475 botol berisi miras.

    “Ya justru operasi sangat intens. Makanya kayanya masyarakat harus diberikan pemahaman lebih jauh tentang aturan ini. Dan aturannya jelas yang melanggar-melanggar ini oknum,” tandasnya.

    Minuman beralkohol hasil tangkapan Satpol PP Kota Tangerang yang dimusnahkan pada acara peringatan HUT Kota Tangerang ke-27.

    Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Agus Hendra Fitrahiyana menjelaskan, bahwa untuk miras yang diamankan jajarannya adalah minuman berkadar alkohol 5 – 43 persen.

    “Miras yang kami amankan adalah yang mengandung kadar alkohol paling rendah 5 persen hingga paling tinggi 43 persen,” ungkapnya.

    Satpol PP Kota Tangerang tambah Agus, berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan public. Diantaranya penertiban penyakit masyarakat yaitu razia miras. Pasalnya, miras tidak bisa diperdagangkan secara bebas. Ada ketentuan hukum yang harus dilaksanakan para penjual.

    “Kami sadar masih banyak pekerjaan rumah terkait pengentasan penyakit sosial masyarakat yang ada di Kota Tangerang. Untuk itu, kami akan terus melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2005 tentang Larangan Peredaran Miras dan aturan lainnya,” tandas Agus. (ads)