728 KK di Gebang Raya Tergenang Banjir

    Walikota Tangerang Arief R Wismansyah (kiri), didampingi Camat Periuk Maryono Hasan (dua kiri), saat meninjau banjir di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk.

    TANGERANG – Sedikitnya 728 kepala keluarga (KK) yang tinggal di RW 21, 22 dan 25, Kelurahan Gebang Raya, menjadi korban banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Periuk.

    Menyikapi musibah alam tersebut, Pemkot Tangerang terus menelisik upaya penanggulangan guna menemukan solusi banjir yang terjadi di daerah itu.

    “Sejak Rabu (26/2) malam, teman-teman dari Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kota Tangerang telah menurunkan alat berat,” kata Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Kamis (27/2), di lokasi banjir di wilayah Kelurahan Gebang.

    Baca juga : Gardu Listrik Wilayah Terdampak Banjir Mulai Dinyalakan

    Diantara alat berat tersebut masing-masing satu ekskavator long arm dan satu ekskavator amphibi ultratrex. Kemudian pada Kamis (27/2), ada penambahan satu ekskavator lagi.

    “Jadi total ada tiga ekskavator yang dikerahkan guna mengeruk tanah di bagian dasar sungai. Tujuannya untuk membuat kisdam sementara sepanjang 500 meter disepanjang sungai,” jelas Arief.

    Ia menambahkan, pembuat kisdam sementara menjadi salah satu upaya Pemkot Tangerang untuk menanggulangi banjir di Periuk.

    “Ini salah satu upaya kami untuk menahan limpasan air dari Sungai Cirarab. Kami juga akan terus membangun turap permanen, hingga pintu lima Kali Ledug di tahun anggaran ini,” ungkap Arief.

    Ia berharap, bantuan alat berat dari Pemerintah Provinsi Banten dapat mempercepat pengerjaan pembuatan kisdam sementara.

    “Saya sangat berharap bantuan alat berat tersebut dapat mempercepat pengerjaan kisdam sementara. Karena alat yang kita miliki sangat terbatas jumlahnya,” ujar Arief.

    Ia juga berharap, agar Situ Bulakan bisa segera dikeruk. Ssebab sedimentasi di danau itu sudah sangat tebal. “Mungkin bila dikeruk daya tampung Situ Bulakan bisa maksimal,” imbuhnya.  

    Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Decky Priambodo saat ditemui di lokasi banjir menjelaskan, pembuatan kisdam sementara akan dikombinasikan dengan menempatkan pipa drainase yang dilengkapi katup.

    “Kami akan kombinasikan kisdam sementara dengan menempatkan pipa drainase yang dilengkapi katup. Sehingga saat pasca banjir, air dapat dialirkan melalui pipa. Jadi air dapat lebih cepat dialirkan ke Kali Ledug,” kata Decky.

    Sebelumnya, ketinggian air sempat mengalami penurunan sejak kemarin. Namun hari ini permukaannya kembali meninggi.

    “Kemarin air sempat berada di level 110 sentimeter sampai 120 sentimeter. Tapi hari ini naik ke level 150 sentimeter. Warga dengan ketinggian banjir paling parah terdapat di RW 25. Namun sebagian sudah mengungsi ke gedung sekretariat RW setempat,” tukas Decky. (rls/tam)