Kominfo Kota Tangerang Dukung Program Satu Data Indonesia

    Kepala Diskominfo Kota Tangerang Indri Astuti (kanan), pada kegiatan bimtek dalam mendukung Program Satu Data Indonesia.

    TANGERANG – Dalam mendukung Program Satu Data Indonesia, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada 41 Perencana Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Tangerang

    Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang, Indri astuti menerangkan, hingga saat ini telah terdapat 3.300.000 data yang tertampung di Dinas Kominfo yang nantinya akan terus disempurnakan oleh masing- masing OPD.

    “Sehingga terciptanya Big Data yang dapat mendukung percepatan dan optimalisasi program di Kota Tangerang. Jadi tujuan bimtek ini agar para Perencana OPD dapat mengunggah data pada aplikasi Tangerang Satu Data sedetail mungkin. Sehingga terciptanya data by name by address,” tutur Indri, pada kegiatan yang digelar di ruang Akhlakul Karimah, Puspem Kota Tangerang, Selasa (21/06).

    Dengan begitu, dapat membantu pemerintah dalam membuat kebijakan dan program yang tepat sasaran, tepat waktu, tepat anggaran dan sebagainya. “Ini pun tidak dapat berdiri sendiri oleh karenanya setiap OPD akan terintegrasi,” imbuh Indri.

    Indri mencotohkan data dirinya. Semisal ketika ia membuka profilenya, maka akan terbuka semua data tentang dirinya. Mulai dari anggota keluarga,hingga bantuan apa saja yang telah didapatkannya bersama keluarga.

    “Jadi memang sedetail itu data yang ada di aplikasi Tangerang Satu Data,” ujar Indri.

    Menyadari bahwa proses pengumpulan data tidak dapat dilakukan dalam satu hari pada saat bimtek, Dinas Kominfo pun siap memberikan pendampingan serta menyediakan helpdesk bagi OPD yang mengalami kesulitan pada saat proses pengunggahan data.

    “OPD selaku produsen data diminta melakukan percepatan dalam melakukan penginputan data pada portal Tangerang Satu Data. Selanjutnya Dinas Kominfo sebagai walidata, akan melakukan pemantauan secara berkala terkait progres percepatan penginputan oleh OPD,” terang Indri.

    Selain dapat diakses oleh OPD terkait, hadirnya Tangerang Satu Data juga dapat diakses atau dilihat oleh OPD lain, pemerintah provinsi dan pusat, hingga masyarakat.

    “Terdapat tiga management access yang akan diterapkan. Masing-masing akses terbuka, terbatas dan tertutup. Kalau terbuka seluruh informasi dapat diakses oleh masyarakat, tetapi tetap mengacu pada keterbukaan informasi publik,” kata Indri.

    Sedangkan akses terbatas ini bisa dilihat antar OPD, pemerintah provinsi dan kabupaten. “Intinya bisa bagi pakai dan lainnya. Kemudian terakhir akses tertutup, hanya dapat diakses oleh OPD itu sendiri,” papar Indri.

    Untuk diketahui, Program Indonesia Satu Data – Kota Tangerang mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, yang diturunkan menjadi Peraturan Walikota (Perwal) Kota Tangerang tentang Pedoman Pengelolaan Satu Data Indonesia di Kota Tangerang. (***)