Lintas OKP Ciledug Adakan Kerja Bakti Massal Pasca Banjir

    FOTO: Lintas OKP Ciledug pose bersama usai kegiatan (dok.istimewa)

    TANGERANG (BT) – Lintas Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Ciledug, Kota Tangerang, menggelar kerja bakti massal pasca banjir di Perumahan Ciledug Indah beberapa hari lalu.

    Kerja bakti massal lintas OKP Ciledug yang terdiri dari ormas Pemuda Pancasila, KNPI, BKPRMI, Karang Taruna dan GP Anshor ini berlangsung pada Sabtu (04/01/2020) kemarin.

    Kegiatan berupa bersih-bersih sampah yang tercecer bercampur lumpur akibat banjir. Dengan sejumlah peralatan kebersihan yang dipersiapkan, para relawan bersama dengan warga korban banjir gotong-royong mengangkut sampah.

    Banyak akses jalan yang tertutup lumpur hingga menghalangi warga untuk beraktifitas menjadi sasaran dalam kegiatan. Nampak di sepanjang jalan beberapa gundukan sampah yang didominasi peralatan rumah tangga telah rusak akibat terendam banjir.

    “Tentunya situasi yang memprihatinkan ini membuat tergerak para relawan untuk turun membantu warga. Kami benar-benar merasakan derita yang dialami warga, semua barang yang dimiliki rusak oleh air dan lumpur,” kata Des Aroni, Ketua PP Ciledug.

    Sementara itu, Akhmad Irfan Djatnika selaku Ketua KNPI Ciledug menjelaskan peran serta Pemuda sangat diharapkan dalam setiap situasi dan kondisi. Pemuda harus cepat merespon terhadap setiap kejadian yang dialami oleh warga di sekitarnya.

    “Pemuda Indonesia sejak tahun 1908 selalu menjadi pelopor bagi perubahan bangsa Indonesia melalui gerakan Boedi Oetomo,” terangnya.

    Pun demikian pada 1928, kata dia, lewat Sumpah Pemuda yang dilanjutkan pada 1965 lewat gerakan mahasiswa dan pemuda saat mengoreksi dan menumbangkan rezim Orde Lama dan Orde Baru pada 1998.

    “Mahasiswa dan Pemuda kembali menjadi pelopor gerakan perubahan saat menumbangkan rezim Orde Lama dan Orde Baru,” tegasnya.

    Maka saat ini, lanjut ia, pemuda dan mahasiswa harus menjadi pelopor gerakan turun langsung membantu masyarakat yang telah dilanda banjir 2020. (Net/Hmi)