Solidaritas Alumni Zeta 90, Sambangi Sahabat Korban Banjir di Perumahan Pondok Arum

    Kunjungan alumni Zeta 90 ke rumah sahabatnya yang menjadi korban banjir di Perumahan Pondok Arum, Sabtu (4/1).

    TANGERANG – Mendengar kabar sesama almamater ada tertimpa bencana banjir, sontak membangkitkan rasa solidaritas komunitas yang tergabung dalam Ikatan Alumni Zeta 90. Rombongan  mendatangi lokasi banjir di Perumahan Pondok Arum, Kelurahan Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Sabtu (4/1).

    Rombongan alumnus SMPN 8 Kota Tangerang (dulu SMPN Jatake-red) ini, mendatangi 9 titik lokasi rumah sahabat yang menjadi korban banjir. Tentu saja kedatangan alumni ke kediaman kawan lamanya tersebut melahirkan rasa haru yang sangat mendalam.

    Meski sudah 29 tahun berpisah, namun jalinan silaturahmi antar sesama alumni masih terjalin dengan sangat baik. Sehingga ketika ada sahabat lama yang tertimpa kesusahan, tanpa dikomando pun mereka langsung datang membantu.

    Suasana suka cita sontak mewarnai penyerahan bantuan. Raut wajah rekan maupun keluarga alumni tampak berkaca-kaca. Sebab masih adanya kepedulian yang begitu tinggi dari kawan lama yang sudah puluhan tahun berpisah.

    Kondisi pascabanjir di Perumahan Pondok Arum, Karawaci, Kota Tangerang, Sabtu (4/1).

    “Ya, kami mendatangi 9 rumah rekan alumni. Memberikan sedikit bantuan sembako,” kata koordinator kegiatan Wiwik Viatiningsih, Sabtu (4/1).

    Menurutnya, dana yang dibelanjakan untuk membeli sembako didapat dari penggalangan donasi internal alumni Angkatan tahun 1990. “Alhamdulillah, dana berhasil dikumpul. Kemudian kami belanjakan sembako. Juga membagikan sedikit uang untuk keperluan belanja peralatan kebersihan,” tutur Wiwik.

    Sementara itu Ketua Ikatan Alumni Zeta 90, Hasjantama menjelaskan, bila selama ini grup alumnus masih kompak dan eksis dalam banyak kegiatan. Khususnya dalam aksi sosial dan kemanusiaan.

    “Kami memprioritaskan membantu sesaama alumni yang membutuhkan pertolongan,. Terlebih bila rekan tertimpa musibah. Mulai dari menyambangi rekan atau keluarga alumni bila ada yang sakit. Juga takziyah bila mendengar berita ada rekan atau keluarganya meninggal dunia,” tutur pria yang akrab disapa Tama ini.       

    Bahkan pada musibah banjir di Perumahan Pondok Arum, sejumlah alumni sudah siaga di kediaman rekannya. Membantu mengevakuasi barang hingga membersihkan rumah dan perabotan pascabanjir.

    Kegiatan sosial yang dilakukan oleh sejumlah alumni SMPN 8 yang berlokasi di dalam Komplek Asrama Yonif Mekanis 203/AK ini, mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Tangerang Sachrudin. Ia merasa bangga dan salut atas apa yang dilakukan alumni dalam upaya menolong sesame.  

    “Sudah sepatutnya kita memiliki jiwa saling tolong-menolong terhadap sesama. Mulai dari ruang lingkup terdekat. Yaitu keluarga, tetangga dan lingkungan sekitar,” kata Sachrudin.  

    Ia juga mengajak masyarakat Kota Tangerang, agar dapat saling bahu-membahu membantu membersihkan lokasi pasca bencana banjir. “Campur tangan warga dalam menjaga dan merawat kebersihan, memiliki dampak dan andil yang sangat besar terhadap lingkungan,” tandas Sachrudin. (hmi)