PAD Sektor Parkir Diprediksi Mengalami Kenaikan

    Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang Hilmi Fuad.

    TANGERANG – Pemkot Tangerang terus konsentrasi dan menerapkan cara agar bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Anggaran yang dapat dihimpun dari PAD, pastinya bisa dimanfaatkan untuk penggerak program yang telah dicanangkan pemkot.

    PAD Kota Tangerang 2019 dari sektor perparkiran, diprediksi bakal mengalami kenaikan. Angka pertumbuhannya diperkirakan mencapai lebih dari 50 persen. Hal itu disebabkan, mulai tahun depan sektor parkir bakal dikelola serius oleh PT Tangerang Nusantara Global (TNG).

    Holding Company milik pemkot ini, nantinya akan mengelola titik-titik parkir yang tersebar di Kota Tangerang. “Apabila retribusi parkir digarap serius, dipastikan perolehan retribusinya bakal mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang Hilmi Fuad.

    Selama ini menurut Hilmi, perparkiran yang ada dikelola dengan pola target. Artinya sebelum ditetapkan jumlah yang harus disetorkan ke pemkot setiap, terlebih dahulu dilakukan semacam survey. Berapa jumlah mobil atau motor yang parkir di suatu lahan parkir.

    “Apabila retribusi parkir dikelola secara profesional, pola lama tadi tentu saja menjadi tidak efektif. Sebab pemkot sebelumnya telah menanam investasi melalui penyertaan modal untuk keperluan operasional PT TNG,” terangnya.

    Menurut Hilmi, investasi tersebut bisa dibelanjakan untuk penggunaan teknologi. Seperti membeli anjungan otomatis di pintu masuk parkir. “Dengan alat ini, hitungan jumlah kendaraan yang masuk menjadi jelas. Kemudian apabila pengendara tidak mendapatkan karcis atau tanda parkir, bisa dibuat pengumuman pengendara tadi gratis alias tidak perlu bayar,” paparnya.

    Petugas parkir tambah Hilmi, setiap hari boleh dibekali sejumlah saldo pada kartu non tunai. Seperti pada gerbang pintu tol otomatis. “Jadi saat pengendara keluar, juru parkir bisa menggesek kartu yang ia pegang. Sedangkan uang yang dibayarkan dari pengendara, disetorkan sesuai dengan jumlah yang ia terima,” terang Hilmi.

    PT TNG tinggal fokus menggali potensi. Yaitu dengan menetapkan lokasi mana saja yang bisa dijadikan titik parkir. “Kalau perlu, sewa lahan strategis khusus lahan parkir. Namun patut dipastikan, bila lokasi itu bakal ramai untuk parkir kendaraan. Supaya PAD sektor perparkiran semakin maksimal,” tandas Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangerang ini. (tam)