TANGERANG (BT) – Pasca bencana banjir melanda sebagian wilayah Kota Tangerang, kenaikan volume sampah per hari sekitar 800 ton dalam sepekan. Sampah berat berupa perangkat rumah tangga memenuhi Unit Pelayanan Teknis dan Retribusi Rawa Kucing belakangan ini.
Sedikitnya 200 armada pengangkut sampah dikerahkan pascabanjir di Kota Tangerang. Ratusan armada itu mengangkut tidak kurang dari 2.300 ton sampah berat seperti lemari dan kasur. Padahal kondisi normalnya, menurut Pengawas TPA Rawa Kucing Teguh Supriyanto, rata-rata sampah yang diangkut hanya mencapai 1.500 ton.
“Keteteran sih gak. Serupa even lebaran saja, repotnya karena dadakan saja,” kata Teguh.
Kenaikan sampah itu memaksa pengelola membuka sejumlah kasir pelayanan. Teguh menyebut, sebanyak tiga kasir dibuka untuk melayani armada yang membludak.
“Biasanya sehari cuma satu kasir,” singkatnya.
Selain membuka kasir pelayanan, pengelola juga menyewa sejumlah alat berat guna menata tumpukan sampah yang diangkut.
“Baru hari ini beroperasi (alat berat). Karena kami gak sekedar pelayanan, kami juga melakukan penataan,” katanya.
Sementara Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, Buceu Gartina menerangkan, volume sampah pasca banjir naik hingga 60 persen perhari dalam sepekan. Namun menurutnya, angka itu masih dalam batas toleransi.
“Sebelum banjir sampah yang ditampung di TPA lebih kurang 1.300 ton perharinya. Tambahan 600 sampai dengan 800 ton masih bisa ditampung,” terang Buceu, baru-baru ini.
Sedikitnya 700 petugas kebersihan dikerahkan dalam penanganan pascabanjir di Kota Tangerang. Seperti diketahui, bencana banjir itu hampir merata melanda 13 kecamatan di Kota Tangerang. (Hmi)


















