TANGERANG – Komunitas Tanpa Nama berbagi ratusan judul buku untuk anak-anak korban penggusuran di Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Minggu (6/9/2020).
Buku-buku tersebut dibagikan secara gratis. Selain buku, komunitas yang bermarkas di wilayah Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang ini juga membuka pasar gratis yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat.
Bersama para relawan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tangerang, Komunitas Tanpa Nama ini berpartisipasi memulihkan kondisi anak-anak yang mengalami trauma pasca penggusuran.
Keberadaannya pun mendapat sambutan positif dari para orangtua yang terdampak pengosongan lahan tersebut. Sebab, kehadiran para aktivis sangat dibutuhkan untuk mengembalikan keceriaan anak-anaknya.
“Alhamdulillah ada yang peduli dengan kondisi anak-anak kami. Kalau boleh jujur kita senang banget banyak yang hibur,” ujar Edi, warga setempat.
Sementara Ketua Komunitas Tanpa Nama, Zibal Abdul Novel mengaku sengaja datang ke lokasi penggusuran lantaran prihatin dengan kondisi anak-anak pasca penggusuran yang dilakukan PN Tangerang.
“Saya mengetahui persis psikologi anak-anak. Pasti terganggu dengan tindakan represif aparat, dan saya melihat sendiri kondisi anak-anak di sini, sangat memprihatinkan,” kata Zibal.
Ia menyayangkan tindakan represif yang diduga dilakukan oleh para petugas saat pembongkaran.
“Tentunya meninggalkan duka mendalam bagi anak-anak,” tukasnya.
“Terlepas dari permasalahan yang terjadi, anak-anak seharusnya tidak menjadi korban,” imbuhnya.
Untuk kedepan, dirinya berharap agar para petugas bertindak lebih humanis dalam mengawal dan mengamankan kebijakan. (Hmi)


















