Pelayanan Dinilai Belum Maksimal, Ini Daftar RS Swasta di Kota Tangerang

    FOTO: Salah satu RS swasta di Kota Tangerang

    TANGERANG – Menjamurnya rumah sakit swasta di Kota Tangerang tak membuat pelayanan kesehatan kian maksimal. Hal itu mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang untuk penambahan RSUD baru, guna mewujudkan pelayanan prima.

    DPRD Kota Tangerang melalui Komisi II telah mengusulkan penambahan dua rumah sakit yang dinilai perlu. Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Saeroji menyebut pentingnya penambahan rumah sakit di Kota Tangerang bila melihat dari jumlah penduduk saat ini.

    “Rumah sakit tetap perlu, walaupun banyak Puskesmas. Karena biar gimanapun pelayanan Puskesmas itu sangat terbatas,” katanya, Kamis (21/1/2021).

    Diketahui saat ini terdapat 32 rumah sakit di Kota Tangerang yang melayani pasien BPJS antara lain:

    1. RS Sari Asih Karawaci
    2. RS Sari Asih Sangiang
    3. RS Sari Asih Cipondoh
    4. RS Islam Sari Asih Arrahmah
    5. RS Sari Asih Ciledug
    6. RS An-Nisa
    7. RS Bakti Asih
    8. RS Ibu Anak Makiyah
    9. RS Ibu Anak Gebang Medika
    10. RS Mulya
    11. RS Permata Ibu
    12. RS Ibu Anak Mutiara Bunda
    13. RS Ibu Anak Pratiwi
    14. RS Medika Lestari
    15. RS Hermina
    16. RS Aqidah
    17. RS Ibu Anak Assyifa
    18. RS Tiara
    19. RS Mayapada
    20. RS Karang Tengah Medika
    21. RS Dinda
    22. RS Aminah
    23. RS EMC
    24. RSUP dr. Sitanala
    25. RS Ibu Anak PKU Muhammadyah
    26. RS Ibu Anak Bunda Sejati
    27. RS Primaya
    28. RS Daan Mogot
    29. RS Melati
    30. RS Hermina Priuk
    31. RSUD Kota Tangerang
    32. RS Karunia Bunda

    Puluhan rumah sakit itu merupakan RS rujukan untuk para peserta BPJS Kesehatan yang telah bekerjasama dengan pemerintah daerah.

    Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Theresia Megawati menilai pelayanan kesehatan di Kota Tangerang sudah cukup baik. Namun, keberpihakan pemerintah kepada masyarakat belum nampak lantaran hanya memiliki satu RSUD.

    “Tapi kembali lagi jumlah penduduk kita hampir dua juta, dan RSUD kita hanya satu. Tentunya ini menjadi suatu perhatian khusus dari kami,” ujarnya. (Hmi)