Warga Inginkan Percepatan Pembangunan Jalan Untung Suropati

    Wawan Anwar, pada acara reses yang digelar di kediamannya, Sabtu (2/11).

    TANGERANG – Warga Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, menginginkan Pemkot Tangerang segera merealisasikan percepatan pelebaran dan pembangunan jalan Untung Suropati. Sebab akses ini menjadi lintasan utama masyarakat sekitar.

    Keinginan warga tersebut disampaikan pada saat reses bersama anggota DPRD Kota Tangerang, Wawan Anwar, Sabtu (2/11). Seperti diketahui, Jalan Untung Suropati merupakan akses yang menghubungkam Jalan Gatot Subroto dengan Jalan Teuku Umar dan Beringin Raya.

    Tidak sedikit para pengguna kendaraan yang menggunakan akses ini untuk mempersingkat waktu perjalanan. Namun kondisi ruas jalan yang sempit, menyebabkan jalan tersebut menjadi kerap terjadi kemacetan lalu lintas. Pasalnya kendaraan besar seperti truk, tak jarang melewati jalan yang memiliki lebar sekitar 4 meter ini.

    Warga Cimone Jaya berpose bersama usai reses bersama anggota DPRD Kota Tangerang Wawan Anwar

    Banyaknya tikungan, memperparah kondisi kemacetan. Sehingga warga sering mengeluhkan kondisi ini. “Sudah beberapa tahun lalu, pemkot merencanakan untuk memperlebarkan jalan. Namun belum ada kesepakatan antara warga dengan pemkot. Terkait harga dan luas lahan yang akan dibebaskan,” terang anggota DPRD Kota Tangerang Wawan Anwar.

    Ketua Fraksi Hanura – NasDem Kota Tangerang ini menambahkan, pemkot menginginkan penambahan lebar jalan 8 meter. Masing-masing 4 meter kanan dan 4 meter kiri. Namun keinginan pemkot tersebut ditolak warga. Sebab kebanyakan warga yang terkena pembebasan, memiliki lahan terbatas.

    “Bila itu terjadi, maka warga pemilik tanah di sepanjang jalan Untung Suropati pastinya memiliki lahan yang sangat sempit. Bahkan sulit untuk dibangun rumah sebagai tempat tingggal,” kata anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang ini. Rendahnya nilai pembebasan lahan dari pemkot kata Wawan, turut memicu warga untuk bertahan.

    “Sebagai solusi, saya akan ambil jalan tengah. Mungkin warga bisa menerima bila lahannya dibebaskan sepanjang 3 meter untuk pelebaran jalan,” ujar politisi Partai Hanura ini. Namun Wawan memberi catatan, supaya pemkot menetapkan harga yang pantas bagi pemilik lahan. “Jadi warga tidak merasa dirugikan,” kata angota dewan yang juga menjadi Ketua RW 08, Kelurahan Cimone Jaya ini.

    Usulan lain yang disampaikan warga adalah penambahan penersngan jalan umum, drainase dan Program Tangerang Cerdas yang belum banyak dirasakan masyarakat kurang mampu. “Di lingkungan RT 03/08, masih dibutuhkan sekitar 30 titik PJU. Kemudian di RT 03, 04 dan 05 di lingkungan RW yang sama, perlu dilakukan pembenahan saluran air,” pungkas Wawan. (tam)