Pemkot Tangerang Gelar Sayembara Desain Revitalisasi Masjid Agung Al Ittihad

    TANGERANG – Masjid Agung Al Ittihad di Kota Tangerang bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga ikon spiritual, sosial, dan sejarah kota. Terletak di jantung Kota Tua Tangerang, masjid ini berdampingan dengan Sungai Cisadane, Pasar Lama, Stasiun Kereta, Klenteng Boen Tek Bio, dan masjid bersejarah berusia lebih dari satu abad. Kawasan ini merupakan titik awal lahirnya Kota Tangerang sekaligus simbol akulturasi budaya.

    Kondisi aktual Masjid Agung Al Ittihad dan lingkungannya saat ini menunjukkan perlunya langkah strategis untuk menata kembali peran dan fungsinya, bukan hanya dalam aspek fisik bangunan, tetapi juga dalam konteks sosial, budaya, dan spiritual. Karena itu, sayembara desain ini diarahkan untuk merevitalisasi Masjid Agung Al Ittihad agarkembali hidup sebagai pusat ibadah, pusat kajian, dan penggerak peradaban Islam di Kota Tangerang.

    Kepala Disperkimtan Kota Tangerang, Decky Priambodo Koesrindartono.

    Sayembara desain ini diinisiasi oleh Pemerintah Kota Tangerang untuk menghadirkan gagasan arsitektur terbaik melalui partisipasi arsitek, akademisi, mahasiswa, komunitas kreatif, dan masyarakat luas.

    Baca Juga: Kosgoro Kota Tangerang Siap Gerakan Ekonomi Warga

    “Dengan tema ‘Menghidupkan Ruh Kota, Menata Masjid, Meneguhkan Akhlakul Karimah’ Sayembara ini diharapkan dapat mengisi ruang kosong dalam konsep yang saat ini berjalan,” kata Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertahanan (Disperkimtan) Kota Tangerang, Decky Priambodo Koesrindartono, Kamis (06/11).

    Menurutnya, tema sayembara ditentukan melalui proses pertimbangan antara nilai spiritual, konteks sejarah, dan arah pembangunan Kota Tangerang. Pemilihan tema ini tidak semata-mata sebagai slogan, tetapi sebagai fondasi yang mengikat seluruh ide dan rancangan peserta. Dengan tema tersebut, setiap gagasan diharapkan mampu menampilkan keseimbangan antara tradisi keislaman, identitas lokal, dan visi masa depan kota.

    Pendaftaran sayembara ini berlangsung selama tiga hari 27 – 30 Oktober 2025, dan luar biasanya animo masyarakat sangat tinggi terhadap sayembara ini. Sebanyak 101 peserta terjaring dalam sayembara tersebut baik bagi kategori umum dan mahasiswa.

    Menurut Decky, Pemerintah Kota Tangerang akan terus memantau produk yang dikirimkan oleh para peserta sampai batas akhir penyerahan karya pada 24 November 2025. (***)