IMG-20181226-WA0114
IMG-20181226-WA0116
IMG-20181226-WA0115

    Kota Tangerang Terbanyak Terima Penghargaan Adiwiyata Nasional

    Perwakilan sekolah penerima penghargaan Adiwiyata Nasional 2017.

    TANGERANG – Sebanyak 15 sekolah di Provinsi Banten, menerima penghargaan Adiwiyata Nasional 2017. Sekolah di Kota Tangerang, menerima 6 penghargaan. Disusul Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Serang masing-masing 3 sekolah. Dengan demikian, maka Kota Tangerang menjadi kota terbanyak penerima Adiwiyata di Banten.

    Penghargaan Adiwiyata Nasional 2017, diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, kepada masing-masing kepala sekolah, Kamis (21/12), Gedung Manggala Wanabakti, Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

    Abduh Surahman (kiri) dan Hari Purwanto (kanan)

    Penghargaan bergengsi tingkat nasional ini, masing-masing diterima oleh SDN Gondrong 2, SDN Gondrong 3, SDN Kebon Besar 1, SDN Kebon Besar 2, SDN Gebang Raya dan SMPN 24 Karang Tengah. Adiwiyata merupakan salah satu program Kementrian Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran murid di lingkungan sekolah. Khususnya dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

    Melalui program ini, diharapkan seluruh elemen yang ada di sekolah ikut terlibat dalam kegiatan ini. Mulai dari kepala sekolah, dewan guru hingga para peserta didik. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Abduh Surahman mengatakan, sebelumnya tim dari kementerian telah melaksanakan penilaian ke kesejumlah sekolah peserta program Adiwiyata.

    “Banyak kriteria yang menjadi penilaian. Diantaranya penataan lingkungan, penghijauan, kebersihan dan pengelolaan sampah sekolah,” ungkap Abduh. Parameter keberhasilan juga ditentukan banyak hal. Salah satunya keterlibatan serta perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

    “Jadi tanpa ditegur pun, siswa tidak lagi membuang sampah sembarangan. Bahkan mereka memiliki inisiatif untuk memunguti sampah di halaman sekolah,” tutur Abduh. Ia berharap, ke depan akan semakin banyak sekolah di Kota Tangerang yang menerima penghargaan Adiwiyata.

    Sedangkan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang Hari Purwanto menjelaskan, Dinas Pendidikan bekerjasama dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mewujudkan program Adiwiyata. Diantaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Termasuk OPD Kecamatan di masing-masing wilayah.

    “Para tenaga pengajar dan murid, mendapat pembinaan dari DLH dan Dinkes. Bahkan bila diperlukan, OPD kecamatan bisa diminta bantuan untuk melakukan pembinaan,” ungkap Hari. Sedangkan Dinas Perkim, membantu pemenuhan kebutuhan infrastruktur di sekolah.

    “Kami juga menyelaraskan kurikulim 13, dengan kegiatan di lingkungan sekolah,” tambahnya. Melalui program Adiwiyata kata Hari, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah. Ia berharap, program ini dapat menumbuhkan kesadaran murid terhadap lingkungan.

    “Kami meyakini, kesadaran peserta didik terhadap lingkungan tumbuh di sekolah,” tutur Hari. Lingkungan yang ada di sekolah kata Haei, berimbas langsung pada sifat dan karakter siswa di rumah. “Siswa akan memiliki motivasi untuk mengimplementasikannya di lingkungan tempat tinggal mereka. Seperti menerapkan penghijauan dan kebersihan. Serta memanfaatkan barang-barang bekas menjadi media untuk menanam pepohonan,” tandas Hari. (ads)

    Print Friendly, PDF & Email
    IMG-20181126-WA0033
    IMG-20181225-WA0244