Pengrajin Terompet di Kota Tangerang Sepi Order

    FOTO: Sarjono, pengrajin terompet di Kota Tangerang

    TANGERANG – Para pengrajin terompet di Kota Tangerang mengeluh lantaran tak kunjung mendapat order. Hal itu menyusul aturan yang ditetapkan pemerintah terkait larangan perayaan tahun baru ditengah pandemi Covid-19.

    Hingga kini, para pengrajin terompet mengaku kesepian order. Bahkan sebagian pengrajin terpaksa berhenti produksi. Larangan perayaan tahun baru itu pun menjadi dilema bagi para pengrajin yang biasa meraup untung pada momentum tersebut.

    Sarjono, warga Cibodas, Kota Tangerang yang sudah selama 20 tahun menjadi pengrajin terompet mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah sepanjang tahun 2020. Namun dirinya tak memungkiri bila kerugian disebabkan wabah virus corona.

    “Kami biasanya membuat dan menjual terompet. Tapi saat ini kami tidak membuat atau stop produksi. Kami takut disalahkan, karena apa yang kami jual sangat berhubungan erat dengan perayaan tahun baru,” kata Sarjono, Senin (28/12/2020).

    Sebelum pandemi, lanjut Sarjono, para pengrajin bisa memproduksi terompet hingga 25 ribu terompet yang disebar ke seluruh wilayah Tangerang Raya. Dari jumlah tersebut biasanya para pengrajin memperoleh pendapatan hingga puluhan juta rupiah.

    “Kalau seperti biasa sebelum pandemi, kita bisa memenuhi pesanan hingga 25 ribu terompet. Dan kita bisa memperoleh keuntungan hingga puluhan juta rupiah,” tandasnya. (Den)