Peredaran Sabu dalam Kemasan Teh Berhasil Digagalkan Polisi

    FOTO: Tim jajaran Polrestro Tangerang Kota saat konferensi pers di Mapolrestro Tangerang Kota

    TANGERANG (BT) – Peredaran narkotika jenis sabu seberat 15 kilogram dalam kemasan teh bermerk Guanyinwang berhasil digagalkan Unit Reskrim Polsek Tangerang (Benteng), Polres Metro Tangerang Kota.

    Hal tersebut disampaikan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto, didampingi Kapolsek Benteng Kompol Rio dan Kanitreskrim, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Metro Tangerang Kota, Rabu (12/2/2020).

    “Hari ini kami konferensi pers terkait pengungakapan kasus narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat 15 kilogram. Tersangka berinisial NK berhasil diamankan,” ungkap Kapolres Sugeng.

    Ia menjelaskan, pengungkapan berawal dari informasi masyarakat. Kemudian ditindaklanjuti anggotanya dari Polsek Tangerang (Benteng) Unit Reskrim, didapatilah barang bukti (bb) seberat 5 gram sabu-sabu dari terangka.

    Dari hasil temuan itu, lanjut Sugeng, anggotanya (Unit Reskrim-red) kemudian melakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka di wilayah Panongan, Kabupaten Tangerang.

    “Saat digeledah di kontrakan tersangka, petugas menemukan sebuah tas ransel yang diduga keras berisi sabu-sabu dalam kemasan teh merk Guanyinwang,” kata Sugeng.

    Berdasarkan hal itu, pihaknya saat ini terus melakukan penyidikan kasusnya dan terus mendalami sejauh mana keterlibatan tersangka. Menurut Sugeng melanjutkan, dari hasil pemeriksaan sementara pelaku adalah seorang residivis. Pasalnya, tersangka pernah diamankan BNN dalam kasus yang sama.

    “Ini ada kaitannya dengan jaringan lapas yang ada di Jakarta. Untuk barangnya asal dari mana masih kita dalami karena bb nya cukup besar,” tuturnya.

    Sementara berdasarkan keterangan, tersangka mengontrak di Panongam Kabupaten Tangerang baru 2 bulan. Dan didistribusikan salah satunya ke Kota Tangerang. Pelaku berstatus pengangguran dan baru lepas kendali dari BNN, kemudian dia bermain lagi.

    Maka atas perbuatannya, pelaku terancam pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana seumur hidup dan paling berat hukuman mati.

    “Dengan barang bukti ini, 75 ribu warga bisa terselamatkan dengan asumsi 1 dipake bersama,” tandasnya. (Gnr/Hmi)