HUT-Kota-Tangerang-PKB.jpg

    PHK Sepihak PT Gapura Angkasa menuai Protes Ratusan Pekerja

    FOTO: Suasana saat aksi di Jalan Iskandar Muda, Kedaung Wetan, Neglasari, Kota Tangerang

    TANGERANG (BT) – Dugaan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dilakukan PT Gapura Angkasa terhadap empat pekerja bagian ground handling di Bandara Internasional Soekarno Hatta menuai aksi protes ratusan pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Selasa (31/12/2019).

    Diketahui sebelumnya, aksi mogok kerja ini bermula saat para pekerja mengajukan surat kepada PT Gapura Angkasa untuk mengadakan bipartit (perundingan). Pihak Gapura pun merespon dan akan mengambil langkah bipartit pada 16 Januari mendatang. Namun di luar dugaan pihak Gapura kembali melayangkan surat pemutusan kerja kepada salah seorang pekerja.

    “Sebelumnya kami menolak pemutusan kerja sepihak terhadap rekan kami. Kemudian kami ajukan surat untuk menempuh jalur bipartit, pihak perusahaan setuju adakan bipartit pada 16 Januari. Tapi ternyata sebelum perundingan itu rekan kami tetap diberikan surat pemutusan kerja pada Senin 30 Desember kemarin,” kata Yudi, salah satu peserta aksi di lokasi, Selasa (31/12/2019).

    Namun demikian, sampai saat ini pihaknya tengah melakukan mediasi bersama sejumlah pihak di salah satu hotel wilayah Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Jika belum ada kesepakatan, pihaknya mengaku akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk mendapati tuntutan pada aksi tersebut.

    “Kami hanya minta agar rekan-rekan kami kembali dipekerjakan, itu saja. Kalau tidak disepakati, kami akan tetap menggelar aksi dan menempuh jalur-jalur selanjutnya,” tegas Yudi.

    Dalam aksi yang melibatkan ratusan pekerja itu pun mendapat pengawalan dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Neglasari Polres Metro (Restro) Tangerang Kota. Nampak Kapolsek Neglasari, Kompol Robinson Manurung didampingi beberapa anggotanya mengamankan jalannya aksi tersebut.

    “Info aksi ini baru kami dapat dari aduan warga. Karena kami tidak menerima surat permohonan ijin aksi sebelumnya. Namun kami koordinasi ke Polres Bandara, ternyata pihak polres sedang mediasi bersama perusahaan yang bersangkutan, serta beberapa perwakilan dari peserta aksi,” ungkap Kompol R Manurung.

    “Saya harap rekan-rekan di lapangan ini sebaiknya membubarkan diri. Karena sekarang lagi ada pertemuan, jadi tunggu hasilnya saja,” imbuhnya.

    Sementara hingga berita ini ditayangkan, Hardi Fadil salah satu kordinator aksi yang mewakili perundingan itu belum dapat memberi keterangan.

    Sebagai informasi, PT Gapura Angkasa merupakan perusahaan patungan yang didirikan pada 26 Januari 1998 oleh tiga BUMN yaitu PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Angkasa Pura I (Persero), dan PT Angkasa Pura II (Persero). Pekerja yang mogok tersebut merupakan pekerja bagian ground handling yang diklaim FSPMI berpotensi mengganggu aktifitas penerbangan. (Hmi)