Polisi Bongkar Sindikat Jual Beli BPKB di Bandara

    FOTO: Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Adi Ferdian

    TANGERANG (BT) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandara Soekarno-Hatta bongkar sindikat jual beli Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) hasil kejahatan. Dalam pengungkapan itu, tercatat empat tersangka termasuk suami-isteri digelandang petugas.

    Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menjelaskan, keempat pelaku itu masing-masing berinisial A (26), CM (26), serta perempuan N (45), dan S (39).

    “Kami berhasil ungkap kasus ini. Selain tersangka, kami juga menyita 7 buah BPKB dengan rincian satu buah BPKB mobil dan enam buah BPKB sepeda motor,” kata Kapolres saat jumpa pers di Mapolresta Bandara Soetta, Selasa (10/3/2020).

    Menurut ia, pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi jual beli BPKB di kawasan Terminal Kargo Bandara Internasional Soetta. Selanjutnya polisi melakukan pengembangan. Dalam pengembangan, kata Kapolres, polisi berhasil menangkap empat tersangka.

    Saat ini lanjutnya, Polisi juga sedang mengejar tersangka lain yang masuk dalam daftar pencarian orang, yaknj berinisial SD, 42. Laki-laki berinisial SD ini tidak lain adalah suami tersangka N.

    Menurut Kapolres, BPKB yang diperjualbelikan tersebut merupakan hasil tindak kejahatan seperti pencurian.

    “BPKP ini didapatkan oleh tersangka dari hasil pencurian. Seperti pencurian rumah kosong ada yang pencurian dengan dilakukan pecah kaca dari barang-barang pencurian hasil curian tersebut BPKB ini dimanfaatkan untuk diperjualbelikan,” jelas Kapolres.

    Dari jual beli BPKB hasil penadahan tersebut, para tersangka memperoleh keuntungan Rp45-50 juta untuk 7 BPKB.

    “Jual beli BPKB seperti ini diduga akan digunakan untuk mengambil kredit di bank perkreditan untuk sebagai jaminan,” ungkapnya.

    Kini, keempat tersangka ditahan di Mapolresta Bandara Soetta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat dengan pasal 263 ayat 2 KUHP dan atau 480 KUHP juncto 55 KUHP.

    “Hukumannya 6 tahun penjara,” tandasnya. (Hmi)