Polresta Bandara Soetta Layangkan SPDP Karantina Kejari Tangerang

    FOTO: Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho

    TANGERANG – Polresta Bandara Soekarno-Hatta layangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus tindak pidana kekarantinaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang.

    Diketahui, Polresta Bandara Soetta menetapkan 13 orang sebagai tersangka yang terdiri dari 7 WNA asal India yang tidak mengikuti proses karantina di tempat yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia.

    Sedangkan 6 lainnya merupakan WNI dan merupakan calo yang meloloskan warga negara asing untuk tidak mengikuti karantina saat tiba di Indonesia.

    “Ya, untuk kasus karantina tersebut SPDP sudah dikirim ke Kejari Kota Tangerang,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho, Rabu (26/5/2021).

    Alex mengatakan, 13 tersangka itu disangkakan Pasal 93 Jo Pasal 9 ayat (1) UU No. 6 Th. 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan/atau Pasal 14 ayat (1) UU No. 14 Th. 1984 tentang wabah penyakit menular.

    “Ancaman hukumannya satu tahun penjara,” katanya.

    Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, para WNA itu tiba dengan menggunakan pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 988 dari India ke Bandara Soekarno-Hatta, pada Rabu (21/4/2021).

    Kendati saat menuju ke dalam bus yang akan membawanya ke hotel tempat karantina, para WNA tersebut dibantu calo di Bandara Soekarno-Hatta agar tidak mengikuti proses karantina.

    “Begitu mereka turun dari pesawat, ada WNI yang emang ngebantuin mereka biar bisa lolos dari karantina,” papar Yusri.

    Saat dilakukan pengecekan di hotel tempat karantina, ketujuh WNA tersebut tidak ditemukan, sehingga dilakukan penangkapan oleh polisi berikut 6 orang WNI yang membantu meloloskan. (Hmi)