Potensi Perikanan Banten Mampu Sejahterakan Nelayan

    Gubernur Banten, Andra Soni (dua kiri), pada acara dialog Dialog Gubernur Banten dengan Nelayan di Garasi Kapal Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Banten, Pelabuhan Karangantu, Kasemen, Kota Serang, Selasa (23/09).

    BANTEN – Provinsi Banten memiliki potensi kelautan yang besar. Laut Banten memiliki garis pantai sepanjang 945 kilometer. Dengan potensi yang begitu besar, Gubernur Banten, Andra Soni, perlu mendengar langsung aspirasi masyarakat baik dari pesisir pantai utara maupun pantai selatan demi kesejahteraan nelayan

    Andra Soni mengatakan, langkah mensejahterakan nelayan merupakan implementasi misi Banten Makmur untuk mencapai visi Banten Maju Adil Merata Tidak Korupsi. 

    Pernyataan tersebut disampaikan Andra Soni, dalam Dialog Gubernur Banten dengan Nelayan di Garasi Kapal Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Banten, Pelabuhan Karangantu, Kasemen, Kota Serang, Selasa (23/09). Dialog itu dipandu Kepala DKP, Eli Susiyanti, mengusung tema ‘Menuju Sektor Perikanan Tangkap yang Maju dan Berdaya Saing.

    Baca Juga: Dinkes Kota Tangerang Edukasi Pencegahan Difteri

    Diskusi ini juga dihadiri oleh Wali Kota Serang Budi Rustandi, OPD di Lingkungan Pemprov Banten, OPD yang membidangi Perikanan kab/kota di Provinsi Banten, UPP KSOP Karangantu,  PPN Karangantu, Satwas PSDKP KKP,  DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWS C2), Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3), dan para nelayan HNSI. 

    “Dalam diskusi banyak hal yang disampaikan oleh nelayan kepada gubernur dan wali kota,” kata Andra. 

    Ia menambahkan, banyak hal yang disampaikan nelayan. Mulai dari masalah pendangkalan di hampir semua tempat pendaratan ikan, kesulitan mengakses BBM bersubsidi, hingga jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan.

    Masalah Pendangkalan Sungai

    Soal pendangkalan, masalah ini menurutnya bukan hanya tanggung jawab Pemprov Banten. Tapi ada yang jadi kewenangan pemerintah pusat seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). 

    “Diskusi ini tidak boleh hanya berhenti sampai batasan ini, harus ada tindak lanjutnya,” ujar Andra.

    Ia merasa bersyukur karena Kepala BBWS C3 Dedi Yudha Lesmana menyampaikan bila pada 2026 mendatang akan dilakukan normalisasi Sungai Cibanten atau Pelabuhan Karangantu. Sementara itu, di Kabupaten Tangerang, BBWS C2 juga akan melakukan kegiatan di Pelabuhan Perikanan Cituis.

    Menurutnya, aspirasi lain terkait pendidikan untuk para nelayan juga menjadi masukan bagi Pemprov Banten. Termasuk usul mengenai pengelolaan Pelabuhan Perikanan Binuangeun, Lebak. 

    “Mohon doa dan dukungannya agar diskusi ini bisa ditindaklanjuti secara komprehensif dan ujungnya adalah kesejahteraan nelayan,” ucap Andra.

    Sementara itu, Ketua DPD HNSI Banten, Neneng Sri Hastuti Handayani, bersyukur aspirasi nelayan tersampaikan langsung kepada gubernur. “Insya Allah ke depan nelayan semakin sejahtera. Nelayan Banten akan lebih produktif dengan hasil tangkap yang besar dan berlimpah,” katanya.

    Bahkan Walikota Serang, Budi Rustandi menyambut baik dialog gubernur dan nelayan. Ia menegaskan siap bekerja sama dengan semua pihak demi meningkatkan kesejahteraan nelayan. (rls/tam)