
TANGERANG – Pemkot) Tangerang terus berkomitmen memberdayakan masyarakat melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Salah satunya menggelar Pelatihan Ekonomi Produktif yang dilaksanakan 20 – 22 Mei 2025.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang, Mulyani mengatakan, pelatihan ekonomi produktif merupakan salah satu langkah strategis dalam membekali kompetensi dan keterampilan bisnis kepada para keluarga prasejahtera dan penerima bantuan sosial yang sedang merintis mengembangkan usahanya.
Pemkot Tangerang menargetkan, pelatihan tersebut dapat menyasar sekitar 300 peserta dari seluruh kecamatan di Kota Tangerang.
“Kami memberikan pelatihan pengelolaan usaha ini, sebagai tindak lanjut setelah pemberian modal usaha pada tahun lalu. Supaya para pengusaha yang sedang merintis ini dapat berkembang semakin maju dan mendiri,” kata Mulyani, usai membuka pelatihan di Aula Kantor Dinsos Kota Tangerang, Selasa (20/05).
Ia menambahkan, Pemkot Tangerang menggandeng berbagai pihak berpengalaman untuk berkolaborasi memberikan pelatihan secara intensif. Diantaranya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang.
Termasuk beberapa pengusaha yang telah sukses mengembangkan usahanya di tengah perkembangan pasar digital, agar membagikan keterampilan mengenai mindset bisnis, manajemen bisnis, serta strategi marketing bisnis.
“Tidak hanya memberikan pelatihan seperti ini, kami selanjutnya akan melakukan pendampingan untuk memastikan unit usaha yang sedang dirintis dapat terus berkembang,” tutur Mulyani.
Menurutnya, Pemkot Tangerang terus melakukan persiapan dalam rangka melakukan proses pendampingan pascapelatihan. Tujuannya untuk mendukung para peserta agar dapat menjalankan unit usahanya secara berkelanjutan.
Eli Suryani, seorang peserta pelatihan mengaku, merasa terbantu dan bertambah keterampilannya. Apalagi saat ini ia sedang merintis usaha warung kopi dan sembako di Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda.
“Saya merasa pelatihan ini sangat membantu para pengusaha kecil seperti saya. Jadi kegiatan ini dapat menambah keterampilan agar terus dapat dikembangkan Supaya pengusaha kecil semakin maju, sekaligus mengurangi ketergantuan terhadap bantuan yang ada,” ujar Suryani. (rls/tam)












