Ratusan Warga Taman Royal Gelar Kerja Bakti Massal

    Lurah Tanah Tinggi Hadi Ismanto (Bang Boy-red), tampak mengendarai bentor pengangkut sampah pada giat kerja bakti massal di Perumahan Taman Royal 1, Minggu (15/9).

    TANGERANG – Lebih dari 600 warga Perumahan  Taman Royal 1, melaksanakan kegiatan kerja bakti massal, Minggu (15/9). Gabungan warga RW 015 dan RW 016 , Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang ini, membersihkan Jalan Boulevard Raya dari sampah. Termasuk kotoran yang mengendap di saluran drainase jalan tersebut.

    Lurah Tanah Tinggi Hadi Ismanto mengaku, merasa kagum atas upaya yang dilakukan warga Taman Royal tersebut. “Jujur saya merasa kaget saat mendatangi lokasi kerja bakti. Pasalnya warga yang turut berpartisipasi, jumlahnya sangat banyak. Lebih dari 600 orang. Pastinya jumlah itu sangat banyak. Apalagi untuk ukuran warga perumahan,” tutur lurah yang akrab disapa Boy ini.

    Dari kiri, Humas RW 015 Deviez, Ketua RW 015 Samsul Arifin, Lurah Tanah Tinggi Hadi Ismanto dan Ketua RW 016 Budi Haryono.

    Ia mengungkapkan apresiasinya, atas kegiatan yang diinisiasi warga tersebut. “Pada kegiatan ini, warga membersihkan jalan. Termasuk mengangkat sampah yang ada di dalam saluran pembuangan air. Jadi pekerjaan rumahnya sekarang, tinggal menata rapi para pedagang kaki lima (PKL). Termasuk melibatkan PKL dalam menjaga kebersihan di sekitar lokasi mereka berdagang,” ujar Boy.  

    Menurutnya, aktivitas para PKL sangat mempengaruhi kebersihan lingkungan. Pasalnya, banyak sampah yang ditinggalkan usai para PKL berjualan. “Jadi kami minta kepada para pedagang, agar tidak hanya mencari nafkah saja. Tapi juga harus ikut memelihara kebersihan di lokasi tempat berjualan,” ungkap Boy.

    Sementara itu Ketua RW 015 Samsul Arifin menjelaskan, bila kegiatan kerja bakti massal bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi antar warga yang tersebar di berbagai cluster. agar satu dengan yang lainnya saling mengenal.

    Dibantu personel TNI, warga RW 015 dan RW 016, perumahan Taman Royal 1, menggelar kerja bakti massal.

    Ia menjelaskan, ratusan warga yang terjun dalam giat kebersihan tersebut berasal dari berbagai cluster. Diantaranya Cluster Pinus, Mahoni, Akasia, Cendana, Damar, Cemara, Eboni dan Jati. “Pengerahan massa untuk membersihkan lingkungan ini sengaja kami lakukan, agar pengembang Taman Royal mau ikutan peduli. Sebab selama ini kami merasa diabaikan atau tidak diurus. Termasuk dalam hal pengelolaan kebersihan perumahan,” tutur Samsul.

    Ia berpesan, supaya warga dan para penghuni rumah toko (ruko-red), agar ambil andil dalam memelihara kebersihan di lingkungannya masing-masing. Termasuk para pedagang kaki lima yang mengais rezeki di Perumahan Taman Royal 1.

    “Ke depan kami dari para pengurus RW, akan mengupayakan pengadaan sarana pembuangan sampah. Mulai dari bak sampah hingga kendaraan pengangkutnya. Termasuk menata para PKL,” terang Samsul. Menurutnya, selama ini para pengurus RW telah mengakomodir kepentingan PKL.

    Para tokoh Kelurahan Tanah Tinggi, yang ikut terlibat dalam giat kerja bakti massal di Perumahan Taman Royal 1, Minggu (15/9).

    “Jadi ke depan, akan kami kelola PKL melalui penataan. Sehingga tidak lagi ada kesan kumuh dan berantakan,” imbuhnya. Samsul menambahkan, para PKL ini tersebar di Ruko Mahoni, Permta Niaga, Damar, Cendana, Pinus dan Fortune.

    Sedangkan Ketua RW 016, Budi Haryono mengakui, bila selama ini kondisi sepanjang Jalan Boulevard Raya Perumahan Taman Royal 1 terkesan berantakan. “Dari sisi estetika, sangat tidak enak dipandang mata. Lantaran sampah yang beretebaran di sepanjang jalan tadi,” ungkap Budi.

    Ia pribadi selaku ketua RW, sangat mengapresiasi sinergisitas warga RW 015 dan RW 016. “Warga yang hari iini sedang berada di rumah, turut bergabung melaksanakan giat kerja bakti membersihkan lingkungan,” kata Budi.

    Kegiatan kerja bakti massal warga RW 015 dan RW 016, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Minggu (15/9).

    Pada kesempatan itu ia mengimbau kepada para pemilik ruko, untuk memfungsikan kembali kembali halamannya. Agar tidak dibangun untuk kepentingan pribadi. “Kami lihat ada yang dibangun atau dikerangkeng untuk kepentingan pribadi pemilik,” jelasnya.

    Mengenai giat kebersihan lingkungan, Budi mengaku bila ke depan akan menjadwalkannya menjadi agenda rutin. “Paling tidak dalam setahun, kami akan menggelar kegiatan ini beberapa kali. Sebab biar bagaimana pun, kami selaku warga memiliki tanggungjawab dalam menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan,” tandas Budi. (tam)