
TANGERANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menghadiri acara Bakti Sosial Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang, di Kantor PCNU Tigaraksa, Sabtu (28/06).
Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan kesehatan dan gizi, santunan anak yatim dan dhuafa serta khitan massal yang diikuti 45 anak. Juga digelar pemberian santunan kepada 55 anak yatim.
Dalam sambutannya, Soma, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiatif mulia PCNU. Ia menilai kegiatan yang dilaksanakan sejalan dengan visi misi pembangunan daerah. Khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Baca Juga: Wujudkan Kenyamanan Transportasi Publik Pemkot Tangsel Tambah 20 Trayek
“Atas nama pribadi dan Pemkab Tangerang, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PCNU atas kegiatan ini,” kata Soma.
Menurutnya, kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang mencerminkan nilai luhur Islam. Yaitu perhatian kepada anak yatim dan dhuafa, serta mempererat silaturahmi antar sesama.
Ia menambahkan, penyuluhan kesehatan dan gizi juga dinilai penting untuk menyiapkan generasi yang sehat dan unggul. Demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang sejahtera dan berdaya saing.
“Kami berharap, anak-anak yatim yang dibantu hari ini kelak akan tumbuh menjadi generasi yang saleh, cerdas. Mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dan daerah. Khususnya dalam menyongsong Generasi Emas 2045,” ujar Soma.
Ia berpesan kepada anak-anak, untuk tetap semangat dan jangan pernah merasa sendiri. Gantungkan cita-cita setinggi langit dan terus belajar dengan semangat.
“Tetap semangat, janganlah pernah merasa sendiri. Ada banyak orang yang peduli dan ingin kalian tumbuh menjadi insan yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia,” ungkap Soma.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Tangerang, Dr KH Mahmud Jumhur, mengungkapkan bila kegiatan yang digelar merupakan dukungan PCNU terhadap pemkab. Khususnya dalam upaya menurunkan stunting yang saat ini gencar dilaksanakan.
“Upaya yang kami lakukan ini tentunya sejalan dengan program pemerintah daerah dan nasional. Yaitu penurunan stunting. Jangan sampai ada gizi buruk dan stunting,” jelas Mahmud. (rls/tam)












