Pemkot Tangsel Tambah 20 Trayek Transportasi Publik

    Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan.

    KOTA TANGSEL- Dalam upaya mewujudkan kenyamanan transportasi publik, Pemkot Tangsel menambah 20 trayek baru. Kehadiran sistem angkutan umum itu diklaim lebih modern, terintegrasi dan ramah masyarakat untuk mengatasi kemacetan.

    Setelah disahkannya Rencana Umum Jaringan Trayek (RUTJ) terbaru oleh Kementerian Perhubungan RI pada awal 2025, Pemkot Tangsel kini bersiap menghadirkan 33 trayek transportasi yang akan menjangkau seluruh sudut kota.

    Wakil Walikota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan mengatakan, penambahan trayek ini merupakan upaya serius pemerintah dalam menjawab kebutuhan mobilitas warga. Sekaligus mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan perkotaan.

    “Trayek angkot yang eksisting saat ini ada 13 trayek. Lewat kehadiran RUJT 2025 ini, maka ada penambahan 20 trayek. Seluruh unit kendaraannya wajib diperbaharui sesuai dengan standar layanan,” ujar Pilar, beberapa waktu lalu.

    Baca Juga: Stunting di Kabupaten Tangerang Turun Jadi 7,3 Persen

    Trayek-trayek ini tidak hanya menambah kuantitas, tetapi juga akan menjangkau seluruh kawasan permukiman, pusat perdagangan dan jasa. Termasuk fasilitas pemerintahan, terminal, hingga stasiun.

    “Nantinya, seluruh kendaraan yang digunakan juga wajib diperbarui. Agar sesuai dengan standar pelayanan publik yang aman dan nyaman,” kata Pilar.

    Menggabungkan Moda Feeder dan Bus Rapid Transit

    Transportasi publik ini nantinya akan menggabungkan moda feeder dan Bus Rapid Transit (BRT) yang saling terintegrasi. Hal ini juga disiapkan menyambut kehadiran Mass Rapid Transit (MRT) yang dalam waktu dekat akan hadir di wilayah Tangerang Selatan.

    Menurut Pilar, sistem transportasi baru ini harus menjadi solusi nyata terhadap persoalan mobilitas dan kemacetan.

    “Pesan bapak Walikota Tangsel, (Benyamin Davnie-red), yang terpenting transportasi publik ini nyaman, aman. Mobilnya sehat, mudah diakses, dan harga tarifnya terjangkau oleh seluruh masyarakat,” ucapnya.

    Dalam proses pengaktifan trayek baru ini, Pemkot Tangsel akan menggandeng berbagai perusahaan penyedia layanan transportasi yang telah berpengalaman. Kemudian membangun fasilitas pendukung seperti halte, bus stop, dan ruang henti kendaraan yang tersebar di titik-titik strategis.

    Pemkot Tangsel juga menjadikan kesuksesan TransJakarta dan JakLingko sebagai rujukan dalam pengembangan transportasi publik di wilayahnya.

    Pilar berharap, transportasi publik di Tangsel bisa memberikan pengalaman terbaik bagi warga.

    “Semoga dalam periode ini, transportasi publik Tangerang Selatan bisa terintegrasi dengan baik dengan pelayanan yang optimal, berdasarkan kepuasan pelanggan dan prinsip pelayanan publik yang berkualitas. Demi Tangsel yang semakin maju semakin nyaman,” tukas PIlar. (*/tam)