Tiga Pelaku Judi Pilkades Diamankan Polisi

    FOTO: Tiga pelaku judi Pilkades diamankan di Mapolresta Tangerang

    TANGERANG (BT) – Satuan Petugas (Satgas) perjudian yang dibentuk Polresta Tangerang, berhasil mengamankan tiga pelaku perjudian Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019 Kabupaten Tangerang. Bahkan ketiga pelaku juga diketahui merupakan anggota tim sukses (timses) salah satu calon kepala desa, di Kecamatan Jayanti.

    Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari adanya informasi perjudian di Desa Sumur Bandung Kecamatan Jayanti, yang dilakukan oleh tiga orang. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam ketiganya sedang berkumpul di showroom motor milik pelaku K.

    “Saat anggota jesana (TKP penangkapan) ditemukan pelaku pertama T, lalu S dan K. Pelaku K itu baru saja menerima uang milik pelaku S dan T sebesar Rp10 juta, jadi pelaku K ini berperan sebagai pengumpul uang judi Pilkades,” jelasnya saat gelar perkara di Makopolresta Tangerang, Rabu (27/11/2019).

    Ade mengatakan, sistem perjudian itu dilakukan dengan cara memilih salah satu calon kepala desa di Kecamatan Jayanti, pemilihan itu sendiri dilakukan dengan nomor urut calon kepala desa yang ada. Kemudian dipertaruhkan uang Rp10 juta dari pelaku S dan T yang dititipkan ke pelaku K, dan pelaku K sendiri akan mendapatkan kompensasi sebesar Rp2 juta dari uang hasil perjudian itu.

    “Tindak pidana perjudian ini sudah pernah kami imbau ke seluruh masyarakat agar tidak melakukan ini, karena dampaknya akan terjadi keributan yang menang dan kalah. Padahal Pilkades ini fokus untuk memilih pemimpin desa dan membangun desa untuk maju, sehingga masyarakat desa lebih sejahtera dan jangan dimanfaatkan untuk kegiatan perjudian seperti ini nanti bisa menjadi ribut,” ujarnya.

    Menurut Ade, hasil pertaruhan itu akan diketahui usai pencoblosan suara Pilkades yang akan berlangsung pada 1 Desember mendatang, dan kasus tersebut masih dalam pengembangan pihaknya. Ade juga tidak bisa membayangkan jika perjudian itu dilakukan oleh ratusan orang dengan nominal taruhan yang sama.

    “Adanya satgas yang kami bentuk terus melakukan penyelidikan dan mencari informasi sehingga kasus ini diungkap, mereka terdeteksi satgas dan langsung diamankan. Bayangkan kalau yang masang itu ratusan orang dan kami jerat untuk tiga pelaku itu dengan Pasal 303 KHUP tentang perjudian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun,” katanya.

    Ade menambahkan, pihaknya belum mengetahui adanya kasus serupa di wilayah lain yang menjadi peserta Pilkades serentak ini, lalu para pelaku juga sampai saat ini belum ada indikasi memiliki jaringan perjudian.

    “Ini masih kita kembangkan, karena ini merupakan upaya cepat satgas perjudian yang kita bentuk sehingga secara dini kita ungkap ini,” ucap Ade. (Wan)