Ketua-DPD-Golkar-Kota-Tangerang-Drs-H-Sachrudin-2
PKS-HUT-RI

    Tim PKRS RSUD Kota Tangerang Ajak Lansia Berolahraga

    Para lansia saat berolahraga di rumah perlindungan sosial Kota Tangerang

    TANGERANG – Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang rutin mengadakan edukasi internal maupun eksternal kepada masyarakat dan juga pasien.

    Salah satu kegiatan eksternal yang diselenggarakan Tim PKRS RSUD Kota Tangerang yakni dengan menggelar edukasi dan sosialisasi terkait Geriatri.

    Edukasi dan sosialisasi Geriatri ini diikuti puluhan pasien lanjut usia (lansia). Adapun kegiatan berlangsung di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Dinas Sosial Kota Tangerang, pada Rabu (21/9/2022).

    Diselenggarakannya edukasi eksternal terkait Geriatri yang bekerjasama dengan Tim Geriatri RSUD Kota Tangerang ini bertujuan agar para lansia tetap sehat dan bugar meski usianya sudah menua.

    “Jadi, memang PKRS itu punya kegiatan internal dan eksternal. Untuk kegiatan eksternal rutin digelar dalam satu tahun beberapa kali kita selenggarakan,” ungkap Ketua PKRS RSUD Kota Tangerang, dr. Puja Ratnasari Putri, di lokasi.

    Selain edukasi, pihaknya juga mensosialisasikan bahwa pelayanan poli klinik Geriatri RSUD Kota Tangerang sudah dibuka kembali pasca-pandemi Covid-19 mulai awal September 2022.

    Adapun pelayanan poli klinik Geriatri RSUD Kota Tangerang dibuka setiap Senin atau sepekan sekali. Kata dr. Puja, tidak ada alasan bagi lansia untuk tetap sehat dan bugar dalam menjalani kehidupan pada masa senjanya.

    “Jadi, walaupun tua tapi bukan berarti sakit. Kita ingin meski sudah lansia tetap sehat. Makanya, kami ajak Tim Geriatri termasuk ada psikiater dan fisioterapi untuk memberikan edukasi kepada lansia,” terangnya.

    Tim Fisioterapi RSUD Kota Tangerang Dina Rahmayani Lubis memberikan tips olahraga kepada para lansia, agar bisa menjaga kesehatan dan kebugaran serta bahagia.

    Kata dia, olahraga sangat penting bagi seluruh kalangan usia, dimulai dari usia dini sampai usia lanjut. Adapun khusus bagi lansia yang baru untuk memulai olahraga, katanya, perlu dimulai dari yang paling ringan dulu misalnya peregangan-peregangan seluruh otot-otot besar pada tubuh.

    “Jadi, tahapan dalam olahraga yang pertama dilakukan adalah melakukan peregangan terlebih dahulu, kedua pemanasan, ketiga latihan inti dan yang terakhir pendinginan. Itu semua dilakukan secara berurutan agar terhindar dari yang namanya cedera olahraga,” tuturnya.

    Peregangan tersebut bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun. Menurutnya, lansia juga bisa meregangkan ototnya dengan berjalan pada pagi hari selama minimal 15 menit.

    “Ya, bisa dimulai dengan jalan pagi selama minimal 15 menit terlebih dulu, baru setelah terbiasa nanti bertahap meningkat menjadi sampai 30 menit. Ini bisa dilakukan seminggu beberapa kali, tapi jika mampu setiap hari. Kalau misalnya tidak sempat bisa seminggu tiga kali, atau sekali dalam seminggu,” jelasnya.

    Selain jalan pagi, lanjut dia, olahraga juga bisa dilakukan dengan cara duduk saja sambil menggerakkan tubuh layaknya senam biasa, ini bagi para lansia yang tidak mampu untuk senam berdiri lama.

    “Sambil duduk pun bisa dilakukan. Jadi, yang penting untuk menjaga otot-otot agar tidak kaku,” pungkasnya. (Hmi)