Warga Taman Royal Kembali Tanami Jalan dengan Pohon Pisang

    Warga Perumahan Taman Royal menanami jalan dengan pohon pisang, Minggu (1/3).

    TANGERANG – Merasa kesal lantaran akses jalan utama belum diperbaiki, warga Taman Royal 1 dan 3 kembali menanami pohon pisang di tengah jalan yang kundisinya rusak parah, Minggu (1/3).

    Aksi yang dilakukan warga Taman Royal tersebut cukup beralasan. Pasalnya, sudah bertahun-tahun jalan rusak tesrebut tidak diperbaiki oleh PT Cahaya Baru Raya Reality (CBRR) selaku pengembang.

    Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto menjelaskan, pihak pengembang dalam hal ini telah ingkar janji. Sebab belum ada realisasi perbaikan jalan.

    Padahal sebelumnya perusahaan properti itu telah menyepakati untuk memperbaiki jalan pada Februari lalu. Hal tersebut tercantum pada poin kesepakan pada musyawarah antara pengembang dengan DPRD Kota Tangerang, Sekretaris Daerah (Sekda) dan Organisasi Perangkat daerah (OPD) terkait.

    Kondisi jalan di Perumahan Taman Royal.

    “Namun hingga bulan Maret ini, kenyataan tersebut belum juga terlaksana. Berarti kan pengembang PT CBRR ingkar janji,” kata Turidi, saat mengikuti penanaman pohon pisang di tengah jalan bersama warga.

    Sebagai perwakilan legislatif di Kota Tangerang, ia meminta pengembang untuk segera memperbaiki akses jalan tersebut.

    “Jadi jangan hanya mengambil keuntungan dari hasil penjualan properti saja. Harus diperhatikan pula azas kepentingan bersama dan hak penghuni, yakni akses jalan,” ungkap Turidi.

    Ia menambahkan, telah berkomunikasi lewat telpon dengan Musanif (pihak pengembang-red). Dalam isi percalan tersebut, pengembang berjanji akan memperbaiki jalan pada 4 Maret ini.

    “Saya juga sangat menyayangkan sikap pimpinan Bank Mayapada selaku penjamin pinjaman PT CBBR, yang tidak hadir pada saat rapat bersama OPD dan PT CBBR,” tuturnya.

    Padahal tambah Turidi, tarik ulur penyerahan lahan fasum dan fasosnya ke Pemkot Tangerang karena adanya ketidakharmonisan antara Bank Mayapada dengan PT CBBR. Sehingga menimbulkan kerugian bagi arga penghuni perumahan tersebut.

    “Bila nanti pada hari yang telah dijanjikan tetap tidak ada itikad baik untuk perbaikan jalan, maka kami akan menggelar aksi 1000 rupiah menyumbang kepada Pemkot Tangerang untuk perbaikan jalan ini,” jelasmya.

    Dikatakan, saat ini Pemkot Tangerang belum dapat memperbaiki akses jalan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sebab belum ada serah terima fasos-fasum dari pengembang ke pemerintah daerah.

    “Jadi, pemerintah tidak dapat membangun dengan duit APBD. Karena terganjal fasos-fasum yang belum diserahkan. Sebab ini masih menjadi tanggung jawab pengembang,” pungkas Turidi. (red/tam)